Madina, SahataNews – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi momentum bagi Camat Tambangan Bahren Daulay untuk menyoroti kedisiplinan perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Bahren saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Aula Kantor Camat Tambangan, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang diprakarsai perangkat desa se-Kecamatan Tambangan tersebut merupakan pelaksanaan untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Acara turut dihadiri jajaran Forkopincam, Babinsa, Kapos Tambangan, Kepala KUA Tambangan, BPD, tokoh masyarakat, penyuluh KB, serta para kepala desa.
Dalam kesempatan tersebut, Bahren menegaskan pentingnya memastikan pelayanan publik di tingkat desa berjalan sesuai dengan waktu kerja yang telah ditetapkan.
Untuk mendukung hal itu, pihak Kecamatan Tambangan tengah mematangkan penerapan aplikasi presensi digital berbasis lokasi GPS dan kamera yang disebut Manus.
Sistem tersebut nantinya digunakan untuk membantu memantau kedisiplinan dan jam kerja para perangkat desa.
“Insya Allah ke depan pelayanan untuk masyarakat di Kecamatan Tambangan terlaksana sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam jam kerja pelayanan. Kita ubah pola pikir masyarakat agar pelayanan berpusat di kantor desa secara tepat waktu,” tegas Bahren.
Menurutnya, kedisiplinan perangkat desa merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, keberadaan perangkat desa di kantor pada jam pelayanan harus menjadi perhatian bersama.
Tak hanya soal pelayanan publik, Bahren dalam sambutannya juga menyinggung rencana peningkatan infrastruktur jalan Laru Lombang–Tambangan Jae sepanjang sekitar 472 meter dengan lebar aspal 4 meter.
Berdasarkan hasil survei bersama Dinas PUPR Kabupaten Madina, pekerjaan tersebut membutuhkan pemotongan tebing sepanjang sekitar 300 meter serta pelebaran sekitar 1,5 meter untuk kebutuhan drainase.
Bahren meminta seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Tambangan menjaga kekompakan untuk mendukung pembangunan tersebut.
“Kekompakan ini harus kita jaga dan persatuan di Kecamatan Tambangan harus terus kita tingkatkan. Pembangunan infrastruktur jalan menuju wilayah seberang Batang Gadis bukan hanya tugas tujuh desa di sana, melainkan tanggung jawab kita bersama seluruh desa di kecamatan ini,” ujarnya.
Bahren juga memperkenalkan gagasan “Keta Marsialapari”, sebagai upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong Marsialap Ari dalam menjaga kepedulian sosial, kebersihan, dan keasrian lingkungan desa.
Sementara itu, rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ditutup dengan tausiyah Ustadz H. Amrin Nasution yang mengajak masyarakat meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat. (Rizqi)

