CILACAP,JATENG – Sebuah pesawat latih dengan registrasi PK-PBC milik Perkasa Flight School dilaporkan melakukan pendaratan darurat di Pantai Cemara Sewu, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin pagi (9/11). Pendaratan darurat ini terjadi setelah sinyal marabahaya (Signal Distress) terdeteksi oleh sistem Cospas Sarsat pada pukul 09.32 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap, M Abdullah, mengonfirmasi bahwa setelah menerima sinyal darurat, pihaknya segera mengirimkan tim Basarnas untuk menuju lokasi kejadian. “Tim Basarnas dikerahkan untuk memverifikasi kondisi pesawat dan memastikan keselamatan kedua awak pesawat,” kata Abdullah.

Pesawat yang terlibat dalam insiden ini adalah Piper Warrior 3 (PA28-161), yang diawaki oleh dua siswa penerbangan Perkasa Flight School, Rashid (23) dan Yousuf (22), warga negara Libya. Meskipun pesawat mendarat darurat, kedua awak pesawat berhasil keluar dengan selamat dan tidak mengalami cedera. “Alhamdulillah, kedua awak pesawat dalam keadaan baik dan selamat,” ujar Abdullah.

Kepala Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Suroso, menjelaskan bahwa teknisi bandara sedang melakukan pemeriksaan terhadap pesawat yang terlibat dalam pendaratan darurat tersebut. “Kami juga menunggu kedatangan tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab insiden ini dan untuk memindahkan pesawat kembali ke bandara,” kata Suroso.

Salah seorang saksi mata, Salimin (30), seorang nelayan asal Desa Bunton, melaporkan bahwa ia melihat pesawat tersebut membelok tajam sebelum akhirnya mendarat darurat di pesisir Pantai Cemara Sewu. Sejumlah warga sekitar segera memberikan bantuan dengan mengeluarkan kedua awak pesawat dari kabin dan memberikan pertolongan pertama.

Pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi untuk menentukan penyebab pasti insiden ini.

Sementara itu, kedua awak pesawat tersebut berada dalam kondisi stabil dan selamat. Kejadian ini menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi antar pihak terkait dalam menangani situasi darurat.(Red)

Sumber : AntaraNews