Jakarta Timur, SahataNews – Organisasi Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) resmi menetapkan Presiden untuk periode 2026–2027 melalui rangkaian proses pemilihan yang dilaksanakan secara luring (offline) dan daring (online), dalam suasana partisipatif dan penuh dinamika gagasan.

Tahapan pemilihan diawali dengan kegiatan tatap muka selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu, 24–26 April 2026, yang berlangsung di Aula Pusdiklat Kementerian Agama RI, Ciputat, Tangerang Selatan. Forum ini menjadi ruang strategis bagi para peserta untuk menyampaikan visi, bertukar ide, serta memperkuat keterlibatan pemilih dalam menentukan arah organisasi ke depan. Diskusi berjalan intens, mencerminkan semangat kolaboratif yang menjadi identitas CIB.

Proses kemudian dilanjutkan secara daring pada Senin, 27 April 2026, guna menjangkau partisipasi yang lebih luas. Dari total 60 pemilih tetap terverifikasi, sebanyak 40 suara masuk dalam pemungutan suara.

Adapun hasil perolehan suara sebagai berikut:

Nanda Asifa Putri: 33 suara

Mujibno: 3 suara

Rio Alfian Rosid: 4 suara

Berdasarkan hasil tersebut, Nanda Asifa Putri resmi ditetapkan sebagai Presiden CIB periode 2026–2027 dengan kemenangan mayoritas yang signifikan.

Nanda, yang lahir di Bogor pada 10 November 1998, merupakan mahasiswa magister di Universitas Negeri Jakarta. Dengan mandat yang diberikan, ia diharapkan mampu membawa CIB semakin progresif dan berdampak luas.

Dalam keterangannya, Nanda menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang inklusif dan adaptif.

“Saya ingin menjadikan CIB sebagai ekosistem kolaboratif yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada dampak berkelanjutan tanpa batasan ruang. Kekuatan utama organisasi ini terletak pada kemampuan mengintegrasikan potensi lintas individu, lintas jenjang, dan lintas wilayah dalam satu ruang kolaborasi yang dinamis.”

Ia juga memaparkan sejumlah misi strategis yang akan menjadi arah gerak organisasi, di antaranya membangun sinergi antar anggota lintas wilayah, mengembangkan kapasitas anggota secara komprehensif, serta menumbuhkan budaya organisasi yang inovatif dan berbasis pembelajaran kolektif.

Selain itu, Nanda menekankan pentingnya penguatan jejaring strategis melalui kemitraan multipihak serta pengembangan sistem informasi digital terintegrasi untuk mendukung efektivitas komunikasi dan pelaksanaan program.

“Kami akan menginkubasi dan mengakselerasi karya nyata anggota yang berdampak luas dengan pendekatan berbasis riset dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Penetapan Presiden baru ini menjadi momentum penting bagi CIB untuk terus berkembang sebagai wadah kolaborasi generasi muda yang progresif, sekaligus mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia ke depan.(Rls)