Madina, SahataNews – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menilai masa depan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah sangat bergantung pada tersedianya konektivitas transportasi yang memadai. Menurutnya, pembukaan rute penerbangan Sibolga–Jakarta menjadi salah satu langkah strategis yang dapat mempercepat kemajuan Bumi Gordang Sambilan.
Pernyataan tersebut disampaikan Saipullah saat menghadiri kunjungan kerja Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Lokot Nasution, di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (5/8/2026). Pertemuan itu membahas percepatan pembukaan rute penerbangan Sibolga–Jakarta serta pengembangan Pelabuhan Sibolga sebagai simpul konektivitas kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Dalam kesempatan itu, Saipullah menjelaskan bahwa Madina merupakan salah satu daerah yang belum memiliki akses jalan tol maupun jalur kereta api. Karena itu, transportasi udara dan laut menjadi solusi paling realistis untuk mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus menekan biaya logistik.
“Transportasi udara dan laut menjadi satu-satunya harapan untuk memangkas waktu tempuh dan biaya logistik,” ujar Saipullah.
Ia menegaskan, konektivitas merupakan faktor utama yang menentukan laju pembangunan daerah. Tanpa dukungan transportasi yang cepat, efisien, dan terjangkau, berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Madina akan sulit berkembang secara maksimal.
“Konektivitas adalah nadi pertumbuhan ekonomi. Tanpa transportasi yang cepat dan murah, semua potensi daerah kita tidak akan bisa bergerak,” katanya.
Saipullah juga menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal terhadap rencana pembukaan rute penerbangan Sibolga–Jakarta. Menurutnya, kehadiran rute tersebut akan memangkas waktu perjalanan dari sekitar 12 jam melalui jalur darat menjadi hanya sekitar satu hingga dua jam.
“Ini penting untuk mobilitas masyarakat, investor, dan pelayanan pemerintahan,” ucapnya.
Selain mendorong penguatan transportasi udara, Bupati juga menyoroti pentingnya pengembangan Pelabuhan Palimbungan di Kecamatan Batahan. Pelabuhan tersebut dinilai memiliki posisi strategis sebagai jalur distribusi komoditas unggulan Madina, khususnya minyak kelapa sawit (CPO).
“Dengan adanya pelabuhan yang memadai, hasil CPO dari Madina bisa langsung didistribusikan melalui laut. Ini akan menekan biaya, meningkatkan daya saing, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” tegasnya.
Saipullah menambahkan, keberhasilan pembukaan rute penerbangan juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan menuju Bandara dan Pelabuhan Sibolga agar konektivitas benar-benar berjalan optimal.
“Pesawatnya harus ada, pelabuhannya harus bagus, tapi jalan menuju bandara dan pelabuhan juga harus mulus. Ini harus jadi satu paket,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Lokot Nasution memastikan pihaknya akan mengawal aspirasi tersebut agar segera mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
“Kami di Komisi V akan terus mendorong Kementerian Perhubungan untuk segera merealisasikan pembukaan rute Sibolga–Jakarta dan penguatan Pelabuhan Sibolga. Ini untuk pemerataan pembangunan di luar Jawa,” kata Lokot.
Rapat tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala daerah se-Tabagsel, serta para pemangku kepentingan yang membahas upaya memperkuat konektivitas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Sumatera Utara bagian selatan.(Rizqi)

