Madina, SahataNews – Kegagalan keberangkatan sejumlah jamaah umrah di kawasan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, mendapat perhatian dari internal travel Sultan Andalus Haramain (SAH).

Salah satu leader sekaligus ustaz pembimbing SAH, H. Muhammad Abduh Pulungan, menyatakan siap mendampingi dan mendukung keluarga jamaah yang merasa dirugikan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, termasuk jika harus ditempuh melalui jalur hukum.

Pernyataan itu disampaikan Abduh di hadapan keluarga jamaah yang terlantar,di samping Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mandailing Natal (Madina) terletak di Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara. Rabu (19/8/2026).

Abduh mengaku prihatin dengan situasi yang dialami para jamaah. Ia mengatakan, selama lebih dari dua tahun menjadi bagian dari SAH, dirinya belum pernah menghadapi persoalan serupa terkait keberangkatan jamaah umrah.

Ia mengaku pertama kali menerima informasi mengenai jamaah yang tertahan di Kualanamu pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, Abduh mendapat kabar melalui sambungan telepon dari Makkah bahwa sejumlah jamaah masih berada di kawasan Kualanamu dan belum dapat diberangkatkan ke Tanah Suci.

Mendapat informasi tersebut, Abduh berupaya menghubungi pihak manajemen untuk mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus mencari jalan keluar. Namun, upaya komunikasi dengan Direktur Utama SAH, Alwi Batubara, disebut mengalami kendala.

Menurut Abduh, nomor telepon Alwi Batubara tidak dapat dihubungi sejak malam kejadian. Kondisi itu membuat dirinya kesulitan memperoleh kepastian terkait keberangkatan maupun langkah penyelesaian bagi para jamaah.

Selanjutnya, Abduh berkoordinasi dengan sejumlah leader lainnya. Ia juga berencana menemui pihak keluarga Alwi Batubara untuk memperoleh informasi sekaligus mencari kemungkinan solusi atas persoalan yang terjadi.

Abduh meminta pimpinan SAH segera memberikan penjelasan kepada jamaah dan keluarga. Menurutnya, kehadiran pihak manajemen sangat penting agar persoalan tersebut dapat segera memperoleh kejelasan.

Ia juga menegaskan tidak akan menghalangi apabila keluarga jamaah memilih menempuh proses hukum.

“Kalau ada keluarga yang merasa keberatan, saya sebagai leader akan ikut mencari jalan solusi. Kalau harus menempuh jalur hukum, kami juga tidak keberatan. Kami mendukung jamaah yang ditelantarkan, bukan mendukung Dirut Sultan Andalus Haramain,” ujar Abduh.

Abduh berharap persoalan tersebut segera menemukan titik terang sehingga hak dan kepentingan para jamaah dapat diselesaikan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, keluarga sejumlah jamaah telah mendatangi Mapolres Madina untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami serta meminta adanya penyelesaian dan kepastian hukum.  (Rizqi)