Tapsel, SahataNews – Jalur Lintas Tengah Sumatera yang menghubungkan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menuju Medan melalui Tarutung terganggu akibat badan jalan amblas dan longsor di tempat pembuangan sampah tepatnya di aek sulum, Kecamatan Sipirok, Sumatera Utara, Minggu (18/10/2026) malam.
Kondisi jalan yang dilaporkan terputus tersebut membuat kendaraan roda empat ke atas tidak dapat melintas. Pengendara yang hendak menuju Medan maupun sebaliknya diimbau menggunakan jalur alternatif hingga kondisi jalan dinyatakan aman.
Informasi mengenai kerusakan jalan itu turut beredar melalui video yang diunggah akun Facebook Edwar Sitorus. Dalam rekaman tersebut, terlihat kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah hingga terputus, sementara satu unit truk tampak terguling di sekitar lokasi.
Dalam video itu, perekam menyebut jalur Sipirok menuju Medan terputus total. Ia juga meminta masyarakat membagikan informasi tersebut melalui Facebook dan grup-grup WhatsApp agar pengendara yang hendak melintas dapat mencari jalur alternatif.
Dikutip dari ANTARA Sumut, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tapanuli Selatan, Iptu James Sihombing, mengatakan badan jalan amblas berada di Dusun Aek Sulum, Desa Marsada, tepatnya di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.
“Untuk sementara, pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif hingga kondisi jalan dinyatakan aman dilalui,” ujarnya
Peristiwa badan jalan amblas tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB atau setelahnya. Satu unit truk juga dilaporkan mengalami kecelakaan yang diduga berkaitan dengan kondisi jalan tersebut. Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa.
Sementara itu, Camat Sipirok, Sahruddin Perwira, menyampaikan bahwa gangguan akses juga terjadi setelah longsor dilaporkan di Kampung Purba Tua, Kecamatan Sipirok, pada jalur jalan nasional yang disebut berada di kawasan jalan yang sebelumnya terputus akibat bencana di Desa Marsada.
Menurut Sahruddin, badan jalan yang longsor di Kampung Purba Tua memiliki panjang sekitar lima meter. Hingga Minggu malam, alat berat telah berada di lokasi, tetapi pengerjaan belum dapat dilakukan karena aksesnya masih terhalang tiang listrik yang perlu dipindahkan oleh pihak PLN.
Kerusakan tersebut menambah gangguan pada jalur transportasi penting yang menghubungkan kawasan Tapanuli dengan wilayah lain di Sumatera Utara. Kondisi ini berpotensi menghambat perjalanan masyarakat serta distribusi barang yang mengandalkan jalur Sipirok–Tarutung–Medan.
Masyarakat yang hendak melintasi kawasan tersebut diimbau mengikuti arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif. Pengendara juga diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan hujan berintensitas tinggi di wilayah Sipirok yang berpotensi memicu longsor susulan. (Rls)
