Tambangan, SahataNews – Pemerintah Kecamatan Tambangan bersama ratusan warga dari berbagai desa menggelar gotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang menghanguskan rumah pensiunan PNS, Muklan Lubis (84), di Desa Padang Sanggar, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (28/5/2026).
Kegiatan sosial tersebut melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Tambangan, pegawai Kantor Camat Tambangan, para kepala desa, perangkat desa, serta masyarakat dari sejumlah desa di wilayah setempat.
Adapun desa yang turut ambil bagian dalam aksi gotong royong itu di antaranya Desa Pastap Julu, Pastap, Padang Sanggar, Muara Mais, Muara Mais Jambur, Lumban Pasir, dan Angin Barat.
Camat Tambangan, Bahren Daulay, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat terhadap korban musibah kebakaran.
“Musibah ini bukan hanya duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi duka bagi seluruh masyarakat Kecamatan Tambangan. Karena itu, hari ini kami bersama-sama hadir membantu membersihkan puing-puing sekaligus meringankan beban keluarga korban,” ujar Bahren Daulay di sela kegiatan.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini bantuan dan donasi untuk korban masih terus dikoordinasikan melalui para kepala desa dan lurah di Kecamatan Tambangan.
Dalam kesempatan itu, Bahren turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca panas dan musim kemarau yang melanda wilayah Mandailing Natal.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat membersihkan lahan atau pekarangan. Hindari membakar sampah maupun sisa kayu tanpa pengawasan karena dapat memicu kebakaran,” katanya.
Diketahui, rumah semi permanen milik Muklan Lubis terbakar pada Rabu dini hari (27/5/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan rumah dua lantai tersebut.
Akibat kejadian itu, seluruh harta benda korban dilaporkan hangus terbakar dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Meski tidak ada korban jiwa, Muklan Lubis bersama istrinya, Sangkot (76), dan cucunya, Fahruddin (12), mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Sang istri bahkan sempat pingsan karena syok saat kebakaran terjadi.
Kini, melalui bantuan masyarakat dan aksi gotong royong lintas desa, keluarga korban mulai mendapatkan dukungan moral maupun material untuk kembali bangkit pasca musibah yang mereka alami. (Rls)

