Madina, Sahatanews- Forum Mahasiswa Aktivis Pemuda Mandailing Natal (FMAP MADINA) menyoroti semakin maraknya penambangan emas tanpa izin (peti) di Kabupaten Mandailing Natal, khususnya di Simpang Tolang Kecamatan Kotanopan yang baru-baru ini telah memakan korban.

Sofian, Ketua FMAP MADINA meminta Aparat Penegak Hukum (APH) bergerak cepat untuk melakukan penindakan dan menertibkan Peti di Madina serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap oknum-oknum yang terlibat.

Dia pun menduga adanya Oknum TNI-Polri yang terlibat sebagai beking pada aktivitas Peti di wilayah Simpang Tolang, Kecamatan Kotanopan ini.

“APH harus bergerak cepat melakukan penindakan, segera panggil dan periksa oknum-oknum yang kami duga terlibat sebagai back-up di wilayah itu,” kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2026)

FMAP Madina meminta Kapolres Madina dan Komandan Subdenpom Madina melakukan penindakan tegas kepada oknum-oknum dari satuannya yang diduga kuat terindikasi membekingi kegiatan Peti yang ada di wilayah Simpang Tolang tersebut.

Menurut mereka, keterlibatan oknum aparat menjadi faktor utama yang membuat praktik Peti sulit diberantas di Kabupaten Madina.

“Kami dari mahasiswa dan pemuda mendesak institusi kepolisian dan TNI untuk melakukan pengawasan internal yang lebih ketat agar tidak ada anggotanya yang menjadi pelindung dalam kegiatan illegal,” pintanya. (Ril)