Madina – SahataNews | Khoiruddin Faslah Siregar, Tokoh Masyarakat kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekaligus praktisi Medina mengapresiasi penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik yang digelar oleh RSUD Panyabungan, Kamis (9/4/2026).
Dalam forum ini, Faslah menekankan pentingnya aspek identitas dengan menyarankan agar rumah sakit kebanggaan daerah ini segera memiliki nama khusus yang mencerminkan kearifan lokal.
“RSUD Panyabungan ini sebaiknya sudah mempunyai nama sendiri sebagai identitas daerah kita,” ujar Faslah di sela-sela diskusi.
Selain menyoroti persoalan identitas, dia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) untuk membuka program beasiswa bagi dokter umum guna menempuh pendidikan spesialis agar kebutuhan tenaga medis ahli di rumah sakit tersebut dapat terpenuhi secara berkelanjutan pada masa depan.
Direktur RSUD Panyabungan, dr. Rusli Pulungan, menyambut baik masukan tersebut dalam pemaparannya mengenai peta jalan Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030. Agenda bertajuk “Transformasi RSUD Panyabungan Menuju Rumah Sakit Rujukan Utama Tabagsel 2030” ini menjadi landasan kuat bagi manajemen dalam melakukan modernisasi infrastruktur serta pengadaan peralatan medis mutakhir demi meningkatkan standar pelayanan bagi masyarakat.
Selain pengembangan fasilitas, manajemen rumah sakit berkomitmen menambah jumlah dokter spesialis dan sub-spesialis sebagai prioritas pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). dr. Rusli menegaskan bahwa transformasi ini juga mencakup aspek digitalisasi layanan tanpa meninggalkan nilai humanis yang tertuang dalam motto “Si Jeges” sebagai standar perilaku kerja yang mengutamakan keramahan, kebersihan, dan profesionalisme.
“Kita sedang melakukan konsolidasi menyeluruh. Transformasi ini mencakup digitalisasi layanan hingga peningkatan fasilitas medis agar masyarakat Madina dan sekitarnya tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis spesialis,” tegas dr. Rusli Pulungan saat memaparkan visi rumah sakit menjadi mercusuar pelayanan kesehatan di wilayah Tapanuli bagian selatan.
Kegiatan Forum Konsultasi Publik ini dihadiri oleh jajaran manajemen RSUD, Dewan Pengawas, tokoh masyarakat, hingga perwakilan media, termasuk Radio StArtFM. Melalui transparansi dan sinergi yang terbangun dalam forum ini, RSUD Panyabungan optimistis dukungan dari seluruh lapisan masyarakat akan mempercepat terwujudnya target sebagai pusat rujukan utama pada tahun 2030 mendatang. (Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan