SahataNews – Madina | DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor pada Minggu (30/11/2025). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap warga yang tengah mengalami masa sulit akibat bencana yang melanda sejumlah kecamatan.
Ketua DPD IPK Madina, Syafril Pulungan, menjelaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan melalui para Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) khususnya di wilayah pantai barat. “Bantuan untuk wilayah pantai barat diserahkan melalui masing-masing Ketua PAC agar dapat langsung diberikan kepada masyarakat terdampak. Beberapa titik penyalurannya dilakukan oleh PAC setempat,” jelas Syafril.
Syafril menegaskan bahwa IPK ingin memastikan kehadiran mereka dirasakan masyarakat di tengah situasi darurat. “Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini. IPK hadir untuk membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan. “Mari sama-sama kita ulurkan tangan membantu korban bencana, baik berupa uang, bahan makanan, maupun kebutuhan penting lainnya,” tambahnya.
Bantuan yang disalurkan berupa 100 karung beras ukuran lima kilogram, 100 dus mi instan, dan 70 karton telur. Seluruh bantuan tersebut diserahkan kepada warga di tiga wilayah terdampak, yaitu Desa Pagaran Gala-Gala di Kecamatan Panyabungan Selatan, Desa Patiluban Hilir di Kecamatan Natal, serta empat desa di Siulangaling, Kecamatan Muara Batang Gadis.
Syafril juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD IPK Sumatera Utara, Bastian Panggabean, yang turut memberikan kontribusi dalam penyaluran bantuan ini. “Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kakanda Bastian Panggabean atas dukungan dan kontribusinya,” ungkapnya.
Untuk diketahui, curah hujan tinggi akibat cuaca ekstrem pada 23–28 November 2025 menyebabkan bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung di berbagai daerah di Mandailing Natal. Dari 23 kecamatan yang ada, 19 di antaranya terdampak bencana. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan