Madina, SahataNews – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Mandailing Natal (DPC PKB Madina) mulai mematangkan penataan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mengejar target 50 ribu suara pada Pemilu mendatang.
Target tersebut meningkat dibanding perolehan PKB Madina pada Pemilu 2024 yang mencapai 38.377 suara. Untuk mewujudkannya, partai juga melakukan evaluasi serta pemetaan daerah pemilihan (dapil), sehingga peningkatan perolehan suara diharapkan berbanding lurus dengan bertambahnya keterwakilan PKB di DPRD Kabupaten Madina.
Konsolidasi tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Kantor DPC PKB Madina, Aek Galoga, Panyabungan, Senin (24/8/2026).
Tim Penataan Struktur DPAC Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga, menegaskan bahwa penataan organisasi kali ini akan menerapkan sistem kedisiplinan dan regulasi baru yang lebih ketat dibanding periode sebelumnya.
Menurut Muniruddin, regulasi baru tersebut akan menetapkan empat ketentuan yang dapat menyebabkan kepengurusan gugur secara otomatis.
“Skema regulasi mendatang menetapkan empat ketentuan gugur secara otomatis bagi pengurus. Berbeda dari aturan lama yang masih memungkinkan pengisian ulang secara fleksibel,” ujar Muniruddin saat memberikan arahan dan bimbingan terkait struktur kepengurusan di Panyabungan.
Ia juga menegaskan bahwa penyusunan struktur DPAC memiliki tenggat waktu yang telah ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB dan harus diselesaikan hingga akhir tahun.
Wakil Ketua DPW PKB Sumut yang juga anggota DPRD Sumut itu mengatakan, pembentukan struktur di seluruh kecamatan membutuhkan strategi bersama. Salah satunya melalui pola gotong royong dan subsidi silang antar-pengurus, terutama untuk wilayah yang dinilai memiliki tantangan lebih berat.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Ulupungkut.
“Kita menerapkan strategi gotong royong dan subsidi silang antar-pengurus untuk merealisasikan pembentukan DPAC, termasuk di wilayah yang cukup berat seperti Ulupungkut,” jelasnya.
Selain penataan struktur, seluruh jajaran DPC PKB Madina masa khidmat 2026–2031 bersama pengurus DPAC juga dijadwalkan menggelar rapat kerja pada awal tahun mendatang.
Rapat kerja tersebut akan menjadi momentum untuk menyelaraskan tugas pokok dan fungsi masing-masing pengurus sekaligus menyusun arah program kerja partai secara terintegrasi.
Pertemuan yang dipimpin Ketua DPC PKB Madina Edi Anwar Nasution itu juga menjadi ajang perkenalan sekaligus memperkuat koordinasi internal antara jajaran Dewan Syuro, Dewan Tanfidz, dan Fraksi PKB DPRD Madina.
Dari jajaran Dewan Syuro hadir di antaranya H. Monang Pulungan, Ustaz Sardini, Ustaz Suwandi, dan Ustaz Tibor.
Sementara dari jajaran Dewan Tanfidz dan legislator PKB, hadir Wakil Ketua DPRD Madina H. Miftahul Falah, Sekretaris Fraksi Muslim, serta Bendahara DPC Ahmad Taufik Siregar.
Adapun legislator dari wilayah pantai barat Madina, Hj. Melati Nur, tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut karena terkendala akses jalan yang terdampak genangan banjir di wilayah Natal.
Dengan target 50 ribu suara, PKB Madina kini tidak hanya dituntut meningkatkan perolehan suara, tetapi juga memperkuat mesin organisasi hingga tingkat kecamatan. Penataan DPAC menjadi salah satu fondasi utama untuk memastikan target politik tersebut dapat diterjemahkan menjadi peningkatan kursi PKB di DPRD Madina pada Pemilu mendatang.(Rizqi)

