Tambangan, SahataNews – Siapa sangka, perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), justru menjadi ajang adu kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Desa Pastap keluar sebagai Juara I dalam Lomba Desa Inovatif yang digelar Pemerintah Kecamatan Tambangan bersama Panitia HUT RI Kecamatan Tambangan dan UPTD Puskesmas Tambangan.
Lomba ini bukan hanya soal siapa yang memiliki lingkungan desa paling bersih. Berbagai aspek turut menjadi perhatian tim penilai, mulai dari kondisi kesehatan masyarakat, sanitasi, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah hingga keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan.
Tim penilai juga melakukan wawancara dengan kepala desa, perangkat desa, kader kesehatan dan masyarakat. Kondisi rumah serta lingkungan warga turut menjadi bagian dari penilaian.
Hasilnya cukup menarik. Desa Pastap berhasil menduduki posisi teratas, disusul Desa Tambangan Jae sebagai Juara II dan Desa Muara Mais di posisi III.
Sementara Desa Pasar Laru berada di peringkat IV, Desa Angin Barat di peringkat V, dan Desa Pastap Julu menempati peringkat VI.
Camat Tambangan Bahren Daulay, Senin (24/8/2026), mengatakan kemenangan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi dorongan untuk mempertahankan dan meningkatkan berbagai hal positif yang telah dilakukan.
Sebaliknya, desa yang belum berhasil meraih juara diminta tidak berkecil hati. Hasil penilaian dapat dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas desa.
“Sementara bagi desa yang belum meraih juara, hasil penilaian ini menjadi motivasi untuk terus berbenah dan meningkatkan berbagai aspek penilaian, sehingga ke depan dapat memberikan hasil yang lebih baik,” kata Bahren.
Menurut Bahren, ada pesan yang lebih besar di balik perlombaan tersebut. Lomba Desa Inovatif bukan sekadar mencari pemenang, tetapi bagaimana setiap desa terdorong menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, indah dan nyaman dengan melibatkan masyarakat.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, kader kesehatan, masyarakat, tim penilai UPTD Puskesmas Tambangan, Panitia HUT RI serta seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan.
Bahren berharap semangat berinovasi dan menjaga lingkungan tidak hanya muncul ketika perlombaan berlangsung. Setelah kompetisi berakhir, setiap desa diharapkan tetap melanjutkan berbagai program positif demi meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menjadi motivasi bagi seluruh desa untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya. (Rls)

