Madina, SahataNews – Camat Tambangan, Bahren Daulay, menegaskan bahwa program WITAPERMAINUR (Wisata Permainan Leluhur) bukan sekadar mengajak anak-anak memainkan kembali permainan tradisional. Lebih dari itu, program tersebut menjadi ruang edukasi bagi anak dan orang tua tentang pentingnya menggunakan gawai secara bijak di era digital.

Pernyataan itu disampaikan Bahren melalui akun media sosialnya menyusul pelaksanaan kegiatan WITAPERMAINUR yang digelar Pemerintah Desa Laru Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (2/8/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, puluhan anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan tradisional, seperti senam ceria, maryeye, bermain tali, melukis, congklak (marlumbung), egrang, hingga terompah gajah. Kegiatan berlangsung meriah dan diwarnai gelak tawa anak-anak yang bermain bersama tanpa bergantung pada telepon genggam.

Menurut Bahren, WITAPERMAINUR bukan berarti melarang anak menggunakan gawai. Ia menilai, di era digital saat ini gawai telah menjadi bagian penting dalam kehidupan, baik sebagai sarana belajar, mencari informasi, maupun mengembangkan kreativitas.

Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan gawai tanpa batas dan tanpa pendampingan orang tua dapat berdampak terhadap kesehatan, perilaku, kemampuan bersosialisasi, hingga perkembangan karakter anak.

“Program ini bukan melarang anak bermain gawai. Yang ingin kita bangun adalah budaya menggunakan teknologi secara bijak dan seimbang,” tulis Bahren.

Ia menekankan bahwa orang tua memegang peran penting dalam mendampingi anak memanfaatkan teknologi. Beberapa langkah yang disarankan di antaranya menetapkan batas waktu penggunaan gawai sesuai usia anak, mendampingi saat mengakses internet dan media sosial, memilih konten yang edukatif, serta mengajak anak lebih banyak bermain dan beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam menggunakan gawai serta membangun komunikasi yang hangat agar anak merasa nyaman menceritakan aktivitasnya di dunia digital.

Bahren mengatakan, melalui WITAPERMAINUR anak-anak diajak menikmati kembali keceriaan permainan warisan leluhur yang kaya akan nilai kebersamaan, sportivitas, kreativitas, dan gotong royong. Menurutnya, permainan tradisional mampu menjadi media pembentukan karakter sekaligus mempererat hubungan sosial antaranak.

Sementara itu, kegiatan WITAPERMAINUR di Desa Laru Dolok mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Acara yang dihadiri Kepala Desa Laru Dolok Sahlan Rangkuty, perangkat desa, ibu-ibu PKK, kader kesehatan, serta unsur masyarakat tersebut juga dirangkai dengan pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak-anak dan lansia sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat.

Bahren berharap WITAPERMAINUR terus menjadi gerakan bersama yang dapat diterapkan di seluruh desa di Kecamatan Tambangan.

“Melalui WITAPERMAINUR, kita mengajak anak-anak menikmati keceriaan permainan leluhur, mempererat persahabatan, melestarikan budaya, serta membangun karakter yang sehat, aktif, dan ceria. Mari kita wujudkan generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi, tanpa melupakan nilai-nilai kebersamaan, budaya, dan kearifan lokal,” tulisnya. (Rizqi)