MEDAN, SahataNews – Aksi seorang spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang disebut telah beraksi sekitar 20 kali di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang akhirnya terhenti. Pelaku tersungkur setelah ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.

Dilansir dari Mistar.id, Pelaku diketahui bernama Teguh Rendiansyah (23), warga Jalan Medan–Binjai, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Ia ditangkap Tim Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polrestabes Medan pada Kamis, 9 Juli 2026, di Jalan Abdullah Lubis, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Rahmadani Bimo Setiadi, mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya menyelidiki laporan pencurian satu unit sepeda motor Honda Beat BK 2908 AFN milik Juriani (49), seorang ibu rumah tangga di Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

“Pelaku berhasil kami amankan setelah dilakukan penyelidikan. Saat akan ditangkap, pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur,” kata Iptu Rahmadani Bimo Setiadi, Sabtu (11/7/2026).

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap Teguh merupakan mantan narapidana yang kembali mengulangi perbuatannya. Kepada penyidik, pelaku mengaku telah melakukan aksi pencurian sepeda motor sekitar 20 kali di wilayah Medan dan Deli Serdang.

“Pelaku ini sudah beraksi sebanyak kurang lebih 20 kali,” ujar Bimo.

Usai dilumpuhkan, pelaku langsung dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka tembak di bagian kaki sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus yang menjerat pelaku bermula pada Senin, 22 Juni 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu korban memarkirkan sepeda motornya di depan rumah sebelum masuk untuk melaksanakan salat Magrib.

Tak lama berselang, korban melihat pelaku membawa kabur sepeda motornya. Korban sempat mengejar sambil berteriak meminta pertolongan warga, namun pelaku berhasil melarikan diri menggunakan kendaraan hasil curiannya.

Polisi kini masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelaku serta menelusuri lokasi-lokasi lain yang diduga menjadi tempat pelaku beraksi. Selain itu, penyidik juga mendalami pengakuan pelaku terkait sekitar 20 aksi pencurian yang disebut telah dilakukannya.(Rls)