Madina,Sahatanews– Polemik salah satu siswa SMAN 3 Panyabungan yang hendak dikeluarkan oleh pihak sekolah karena sering absen merupakan langkah yang tepat. Demikian, disampaikan oleh salah satu pemerhati sosial M Khairunnas, M,Sos, Selasa (27/10/2026), menanggapi pemberitaan yang viral di berbagai media sosial.
Khairunnas menegaskan pihak sekolah tidak perlu merasa bimbang atau ragu memberi sanksi kepada siapapun siswa yang tidak menaati aturan di sekolah.
“Tidak mungkin seorang guru maupun sekolah tiba-tiba memberikan sanksi kepada siswanya kalau tidak ada prilaku yang dilakukan siswanya yang melanggar aturan di sekolah itu,” katanya.
Bahkan, menurut Khairunnas, jika pihak sekolah mendiamkan atau memberi keistimewaan kepada siswa yang tidak menaati aturan, malah akan membuat preseden buruk terhadap sekolah tersebut.
“Mau dia anak siapa, mau anak pejabat mau anak orang kaya, siapapun itu, kalau melanggar aturan sekolah, sudah pantas dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.
Pria yang juga dosen ini menambahkan, polemik siswa yang diberikan sanksi oleh pihak sekolah seolah ‘diframing-kan’ karena berprestasi, padahal kenyataannya bukan itu alasannya.
“Seolah-olah kesannya kan, pihak sekolah memberhentikan siswa karena berprestasi, padahal kenyataannya tidak sama sekali. Siswa ini sudah berulang kali diberikan peringatan, karena sering absen, tetapi tak berubah juga,” tambahnya.
Kepala SMAN 3 Panyabungan, Mahjuddin menjelaskan siswa yang bersangkutan memang sudah berulang kali diberikan surat peringatan (SP) karena persoalan kedisiplinan.
“Dia kan sekarang kelas XI, dia juga naik kelas itu sebenarnya dengan catatan, tidak lagi mengulangi perbuatannya, tapi tetap juga belum ada perubahan,” kata Kasek.
Kasek menerangkan, siswa ini sangat minim kehadirannya mengikuti proses pembelajaran tanpa alasan. Bahkan berulang kali kedapatan memanjat pagar sekolah karena terlambat.
“Berdasarkan catatan wali kelasnya, dia sering absen, tanpa alasan yang jelas. Kadang cuma beberapa kali dalam sebulan itu hadir. Beberapa kali juga pernah kedapatan manjat pagar, karena jam 9 pagi baru datang,” ujarnya.
Kasek juga membantah alasan pihaknya memberikan sanksi kepada siswa tersebut karena alasan prestasi.
“Enggak masuk akal, kita sanksi siswa yang berprestasi. Kalau dia ada prestasi di bidangnya tentu kita dukung dan kita berikan toleransi. Tapi, kan harus jelas, kalau lagi ada pertandingan, dia tidak bisa ikut proses pembelajaran kan bisa diberitahukan ke sekolah. Tapi, enggak mungkin juga setiap hari itu ada pertandingan kan,” jelas kasek sembari menunjukkan catatan kehadiran siswa tersebut beberapa bulan belakangan.
Untuk diketahui, seorang siswa SMAN 3 Panyabungan bernama Azkyal Fikri yang kini duduk di kelas XI dikabarkan mendapat sanksi berupa pemberhentian dari pihak sekolah. Berbagai pemberitaan di media sosial pun seolah-olah ‘diframing’ kalau siswa itu diberhentikan karena berprestasi. Padahal kenyataannya sanksi dikeluarkan sekolah karena aturan yang dilanggar dan kedisiplinan tidak dipatuhi oleh siswa yang bersangkutan. (Sahrul Harahap)
