Medan, SahataNews – Dua jemaah umrah lanjut usia (lansia) asal Manambin, Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tidak ikut dalam rombongan pemulangan jemaah dari Medan menuju Madina, Kamis (20/8/2026) sore.

Keduanya merupakan pasangan suami istri yang sebelumnya termasuk dalam rombongan jemaah umrah asal Madina yang gagal berangkat ke Tanah Suci setelah mengalami persoalan dengan agen travel Sultan Andalus Haramain (SAH).

Saat puluhan jemaah lainnya diberangkatkan dari Asrama Haji Medan untuk kembali ke Madina, pasangan lansia tersebut harus tetap berada di Medan.

Perwakilan keluarga jemaah, Adi SP Lubis, menjelaskan kedua jemaah lansia itu tidak dapat mengikuti perjalanan pulang karena sedang mengalami sakit.

“Dua jemaah lanjut usia pasangan suami istri asal Manambin terpaksa menetap di Medan karena mengalami sakit,” kata Adi.

Kondisi tersebut membuat keduanya harus menunda kepulangan hingga kondisi kesehatan memungkinkan. Mereka pun tidak ikut dalam rombongan bus yang membawa jemaah lainnya menuju Madina.

Sementara itu, dari total 30 jemaah yang sebelumnya terdampak, tidak seluruhnya kembali bersama rombongan. Selain pasangan lansia asal Manambin tersebut, satu jemaah memilih menuju tempat keluarganya di Jakarta dan satu jemaah asal Panyabungan telah lebih dahulu pulang ke Madina.

Jemaah yang dipulangkan ke Madina selanjutnya dijadwalkan langsung menuju Polres Madina. Mereka bersama keluarga sepakat membuat laporan terkait dugaan penelantaran dan penggelapan yang mereka alami setelah gagal berangkat ke Tanah Suci.

“Jemaah berangkat dari Asrama Haji Medan langsung ke Polres Madina dulu. Semua keluarga jemaah menunggu di Polres. Dari Polres nanti selesai urusan buat laporan polisi, baru balik ke Masjid Agung,” ujar Adi.

Sebelumnya, puluhan jemaah umrah asal Madina sempat terkatung-katung di Medan setelah jadwal keberangkatan menuju Tanah Suci tidak terlaksana.

Pemulangan para jemaah dari Medan difasilitasi melalui koordinasi anggota DPRD Sumut Rahmat Rayan Nasution bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Madina.

Untuk perjalanan pulang, para jemaah tidak dibebani biaya tambahan. Sementara kebutuhan konsumsi selama perjalanan ditanggung secara swadaya oleh pihak keluarga.

Hingga Kamis malam, pasangan lansia asal Manambin tersebut masih berada di Medan karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk ikut dalam rombongan pemulangan. (Rizqi)