Sembahe – SahataNews | Bencana tanah longsor terjadi di Dusun III, Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (8/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.25 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan enam unit rumah warga roboh dengan tingkat kerusakan berat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, menjelaskan bahwa saat ini proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak.
“Untuk kondisi terkini, longsor di Sembahe merobohkan enam rumah dengan skala kerusakan berat. Saat ini sedang dilakukan penggalian puing-puing dan pencarian korban,” ujar Tuahta ketika memberikan keterangan kepada Sumut Pos, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, dua unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi. Alat tersebut berasal dari pihak swasta dan dinas terkait.
“Dua alat berat dari PT Key Key dan Dinas SDABMBK sudah berada di lokasi untuk membantu proses penggalian material longsor,” katanya.
Proses pencarian korban melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Deli Serdang, personel Manggala Agni Sibolangit, aparat kepolisian, pihak perusahaan, serta masyarakat setempat.
Selain itu, unsur pemerintah kecamatan dan desa juga turut terlibat, termasuk Camat Sibolangit beserta perangkat desa dari Bingkawan, Rambung, Sibolangit, dan Batu Mbelin.
Di lokasi kejadian, sebanyak empat unit ambulans disiagakan untuk penanganan korban. Ambulans tersebut berasal dari RSUD Pancur Batu, Puskesmas Sibolangit, Puskesmas Bandar Baru, serta satu unit ambulans dari kawasan wisata sekitar.
Hingga pagi hari, tim evakuasi telah menemukan lima korban jiwa. Korban pertama yang ditemukan adalah seorang pria bernama Gobal (39) kemudian Boy Simorangkir, Jamilah br Ginting, Iros br Ginting, Riski.
Sementara satu korban selamat, yakni Sehat br Tarigan (65), mengalami luka sedang dan telah dilarikan ke RSUD Pancur Batu untuk mendapatkan perawatan medis.
Jenazah Boy Simorangkir (51) ditemukan, pada pukul 06.20 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah sakit.
“Berdasarkan laporan personel udah masuk jenazah kita yang ke 5, atas nama Boyke Simorangkir,” ujar Tuahta.
BPBD memperkirakan masih terdapat sekitar empat korban lainnya yang tertimbun material longsor dan masih dalam proses pencarian.
Selain fokus pada evakuasi korban, tim gabungan juga melakukan pembersihan material longsor yang menutupi badan jalan di sekitar kawasan bawah PDAM, guna membuka kembali akses yang sempat terputus.
BPBD Sumatera Utara memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan pembaruan secara berkala terkait proses evakuasi maupun kondisi di lapangan. (Rls)
Sumber : Fb Posmetro Medan





