Belawan – SahataNews | Sebuah video yang menyinggung biaya pengurusan SIM A di Polres Pelabuhan Belawan hingga disebut mencapai Rp800 ribu mendadak viral di media sosial, khususnya TikTok.
Video tersebut menuai perhatian publik karena dinilai menggambarkan mahalnya biaya pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), jauh di atas tarif resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Menanggapi viralnya video itu, warga yang terekam dalam video bernama Gabriel akhirnya memberikan klarifikasi pada Senin (12/1).
Gabriel menjelaskan, pernyataannya tentang angka “sampai Rp800.000” telah dipahami secara keliru oleh publik. Ia menegaskan, angka tersebut bukan biaya pembuatan satu SIM A, melainkan total biaya pengurusan beberapa SIM yang dilakukan secara bersamaan oleh dirinya dan tiga orang temannya.
“Waktu itu saya tiba-tiba ditanya soal biaya pengurusan SIM. Saya jawab sampai Rp800.000 karena saya mengurus SIM bersama tiga teman saya. Ada yang buat SIM A, ada juga SIM C. Jadi total keseluruhannya hampir Rp800.000,” jelas Gabriel.
Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa pernyataannya direkam dan disebarkan tanpa izin, hingga akhirnya menimbulkan persepsi yang keliru dan merugikan dirinya.
“Video itu direkam tanpa persetujuan saya, lalu disebarkan tanpa penjelasan lengkap. Saya berharap video tersebut bisa dihapus karena informasi yang beredar tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,” ujarnya.
Gabriel pun mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari potongan video yang tidak utuh dan minim konteks.
Klarifikasi Muncul, Isu Justru Kian Panas
Menariknya, usai klarifikasi disampaikan, isu mahalnya biaya pembuatan SIM di Belawan justru kian viral.
Pantauan di media sosial Facebook menunjukkan satu unggahan terkait isu ini telah ditanggapi belasan ribu akun dan dibagikan ratusan kali. Kolom komentar pun dipenuhi beragam reaksi warganet.
Sebagian besar netizen justru menilai bahwa praktik biaya tinggi dalam pengurusan SIM bukanlah hal baru.
“Haha, masyarakat juga udah pada tau 😅,” tulis akun Putra.
“Padahal itu fakta kok 😂😂😂,” komentar Heri.
“Klarifikasi di bawah tekanan 😃,” sindir John.
Komentar bernada satir hingga skeptis pun bermunculan.
“Kita pura-pura tidak paham sajalah 🤣. Terlalu jujur, kita juga yang salah,” tulis Nafa.
“Gimana yaa mau komen takut, nggak komen kok kayak ada yang mengganjal 😥,” tulis akun Maamaa.
Bahkan, ada warganet yang menyebut praktik serupa terjadi hampir di semua daerah.
“Bukan hanya di Belawan, di Indonesia memang segitu untuk pengurusan SIM. Tarifnya 80 ribu, tapi bolak-balik pun nggak bakal lulus,” protes Hendra.
“Selama warga masih mau lewat jalur pintas, ya bakal begini terus. Korupsi terang-terangan tapi sulit dibuktikan,” tambah Aruel.
Meski klarifikasi telah disampaikan, perbincangan publik soal transparansi dan praktik pengurusan SIM tampaknya belum akan mereda. Isu ini kembali menegaskan pentingnya pelayanan publik yang bersih, jelas, dan sesuai aturan agar kepercayaan masyarakat tidak terus terkikis.(Rls)
Sumber : Fb Posmetro Medan

