MADINA, SahataNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menegaskan bahwa kelulusan dari pondok pesantren bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri Penamatan Angkatan ke-XXXIV dan penyerahan ijazah santri kelas VI Pondok Pesantren Darul Ikhlash di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Minggu (31/5/2026).

Sebanyak 200 santri dan santriwati resmi menamatkan pendidikan selama enam tahun di pesantren tersebut. Acara berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri para orang tua santri, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Madina Ny. Yupri Astuti H. Saipullah Nasution, Pj Sekda Madina Afrizal Nasution, Plt Kadis Kominfo Syail Lubis, Kadis Pendidikan Faisal Situmorang, Plt Kadis Tenaga Kerja Lion Nasution, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Saipullah mengucapkan selamat kepada seluruh santri yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa ijazah yang diterima hari itu hanyalah langkah awal menuju pengabdian yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Hari ini ananda menerima ijazah sebagai tanda telah menyelesaikan pendidikan. Tapi dari sisi pemerintah, ini baru awal perjuangan. Tantangan zaman bergerak cepat, mulai dari budaya, teknologi hingga geopolitik. Karena itu jadilah petarung yang siap diandalkan orang tua, pimpinan pesantren, guru, dan bangsa ini,” ujar Bupati.

Ia juga mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Menurutnya, kesempatan menuntut ilmu harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar para santri mampu bersaing dan membawa nama baik daerah.

Bagi lulusan yang belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, Saipullah berpesan agar ilmu yang telah diperoleh segera diamalkan di tengah masyarakat melalui kegiatan dakwah, pengajian, maupun pembinaan keagamaan.

“Jangan biarkan ilmu yang sudah didapat pudar. Segera turun ke tengah umat, buka pengajian, ajarkan yang baik. Itu bentuk pengabdian paling nyata,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNNK Madina Syamsul Arifin turut memberikan motivasi kepada para lulusan. Ia mengingatkan para santri agar menjauhi narkoba dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang dapat merusak masa depan.

“Jauhi narkoba dan jadikan narkoba sebagai musuh bersama,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Darul Ikhlash menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati beserta rombongan dalam acara tersebut. Ia berharap seluruh lulusan Angkatan XXXIV dapat menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Mandailing Natal dan Indonesia.

Di akhir sambutannya, Bupati Saipullah juga menyampaikan penghargaan kepada para orang tua, pimpinan pesantren, serta seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendedikasikan diri dalam mendidik generasi muda. Ia menyebut Pondok Pesantren Darul Ikhlash telah melahirkan sekitar 1.600 alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang.

Meski di tengah keterbatasan anggaran daerah, Bupati optimistis pesantren tersebut akan terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi unggul untuk masa depan Madina. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, katanya, akan terus memberikan dukungan terhadap kemajuan dunia pendidikan, khususnya pendidikan berbasis pesantren. (Rizqi)