Madina – SahataNews | Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur rawan wilayah Pantai Barat. Sebuah truk tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dilaporkan terjun ke jurang sedalam puluhan meter di Desa Sipogu, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (9/4/2026).
Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh kondisi jalan yang sempit dan rusak parah. Bahkan, di sejumlah titik, badan jalan dilaporkan mengalami amblas akibat dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu.
Menurut keterangan warga di lokasi, truk nahas tersebut kehilangan keseimbangan saat melintasi bagian jalan yang amblas. Dalam hitungan detik, kendaraan besar itu tak mampu dikendalikan hingga akhirnya terjun bebas ke dasar jurang.
“Truknya oleng pas lewat jalan yang amblas, langsung jatuh ke bawah. Kondisinya memang sudah sangat membahayakan,” ungkap salah seorang warga.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini bukan hal baru bagi masyarakat setempat. Keluhan demi keluhan telah berulang kali disampaikan, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pihak terkait.
“Kalau kejadian seperti ini, sebenarnya tinggal menunggu waktu saja. Jalan sudah sangat parah, tapi belum ada perbaikan nyata,” ujar G. Tanjung dengan nada kecewa.
Sorotan terhadap infrastruktur jalan ini sebelumnya juga telah disampaikan oleh Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera turun tangan memperbaiki ruas jalan lintas Jembatan Merah hingga Simpang Gambir yang menjadi urat nadi perekonomian wilayah Pantai Barat.
“Atas nama masyarakat Mandailing Natal, kami sangat membutuhkan perbaikan jalan dari Jembatan Merah sampai dengan Pantai Barat,” tegas Erwin saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD di Aula Kantor Bupati, awal pekan ini.
Ia juga berharap Pemprov Sumut tidak membiarkan pemerintah kabupaten bekerja sendiri dalam membenahi infrastruktur, melainkan memberikan dukungan nyata melalui pendanaan maupun program strategis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kondisi sopir maupun kernet truk tersebut. Namun, kerugian material dipastikan cukup besar, mengingat muatan CPO yang tumpah akibat kecelakaan tersebut. (Rls)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan