Madina, SahataNews – Setelah tiga hari menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap, siswa-siswi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal mulai Selasa (20/10/2026).
Keputusan tersebut diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina setelah kondisi sebaran asap berdasarkan pemantauan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilaporkan mulai membaik dibandingkan tiga hari sebelumnya.
Bupati Madina, Saipullah Nasution, mengatakan kebijakan PJJ sebelumnya diterapkan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi para siswa dari potensi dampak kabut asap yang melanda wilayah tersebut.
“Selama tiga hari belakangan ini kita memberlakukan PJJ bagi pendidikan. Masyarakat juga kita imbau mengurangi aktivitas di luar rumah serta menggunakan masker, mengingat kondisi kabut asap yang melanda daerah kita ini,” ujar Saipullah.
Menurutnya, berdasarkan laporan pemantauan BMKG melalui satelit, kondisi sebaran asap telah menunjukkan perbaikan. Atas pertimbangan tersebut, Pemkab Madina memutuskan untuk mengakhiri kebijakan PJJ dan mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah.
“Saya telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan agar menyurati atau memberitahukan seluruh sekolah di Madina supaya kembali belajar normal,” tegasnya.
Meski kegiatan belajar mengajar kembali normal, Saipullah meminta seluruh camat di Madina meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik panas (hotspot), khususnya di kawasan perkebunan. Langkah pencegahan diperlukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memperburuk kondisi udara.
Sementara itu, Kapolres Madina AKBP Bagus Friandy mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah polsek untuk melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta mengantisipasi munculnya titik panas.
Polres Madina juga telah membagikan masker di sejumlah titik sebagai upaya membantu masyarakat mengantisipasi dampak kabut asap. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan