Tapsel, SahataNews –Unggahan Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mengenai penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di akun Facebook resminya pada Jumat (17/7/2026), menuai beragam respons dari masyarakat.
Selain menyampaikan apresiasi, sejumlah warganet juga memanfaatkan kolom komentar untuk menyampaikan kritik, pertanyaan, serta aspirasi kepada pemerintah.
Dalam unggahannya, Gus Irawan menyebut bantuan alsintan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memperkuat sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Bantuan ini bukan sekadar penyerahan alat, tetapi investasi untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat mekanisasi pertanian, dan mendorong kesejahteraan petani,” tulis Gus Irawan.
Ia juga menginstruksikan agar seluruh alsintan yang telah disalurkan didata dan diawasi pemanfaatannya. Menurutnya, alsintan harus dimanfaatkan secara bersama-sama dan dapat digunakan secara bergilir oleh kelompok tani lain yang membutuhkan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.
Dalam unggahan yang sama, Gus Irawan mengajak para petani memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Jagung dengan bunga 0 persen serta KUR Berkah Bank Sumut sebagai solusi pembiayaan usaha tani sehingga petani tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi.
Tak lama setelah unggahan tersebut dipublikasikan, kolom komentar dipenuhi berbagai tanggapan dari masyarakat.
Akun Bos mempertanyakan sumber bantuan alsintan yang diserahkan kepada kelompok tani.
“Hanya menyerahkan bukan uang pribadi kan Pak? Semoga dengan bantuan ini masyarakat Tapsel semakin sejahtera,” tulis akun tersebut.
Komentar itu kemudian ditanggapi akun Togap Sianturi yang meminta penjelasan mengenai asal anggaran bantuan alsintan.
“Sumber dana alat pertaniannya dari mana? Kita sangat butuh penjelasan Bapak Bupati Tapanuli Selatan tentang sumber dana bantuan alat pertanian dimaksud,” tulisnya.
Selain mempertanyakan sumber pendanaan, beberapa warga juga menyoroti persoalan yang dinilai masih dihadapi petani.
Akun Anwar Sani Ucok Siregar berharap pemerintah turut memperhatikan ketersediaan pupuk dan obat-obatan pertanian dengan harga yang terjangkau. Menurutnya, bantuan alsintan akan lebih maksimal apabila kebutuhan dasar petani juga terpenuhi.
Keluhan serupa disampaikan akun Ufairah Regar. Ia mengaku pupuk subsidi di wilayah Sipirok masih langka sehingga meminta pemerintah segera memberikan solusi terhadap persoalan tersebut.
Di sisi lain, akun Yenra Sihombing menyampaikan dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia juga berharap bantuan sarana dan prasarana pertanian dapat diberikan kepada masyarakat di Pasar Sempurna, Kecamatan Marancar, karena dinilai akan sangat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Tak hanya membahas sektor pertanian, akun Karjuna Sihombing juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur. Ia meminta Bupati segera memperbaiki gronjong atau penahan tebing di wilayah Benteng untuk mengantisipasi luapan sungai saat musim hujan.
Beragam komentar tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap program pemerintah daerah. Selain memberikan apresiasi, warga juga memanfaatkan media sosial sebagai ruang menyampaikan kritik, masukan, serta harapan agar berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, dapat segera ditindaklanjuti.
Hingga berita ini diterbitkan, unggahan Bupati Gus Irawan Pasaribu masih terus mendapat komentar dari warganet dengan berbagai pandangan terkait sektor pertanian maupun pembangunan di Kabupaten Tapanuli Selatan. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan