Madina, SahataNews – Kekhawatiran terhadap dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), disampaikan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang merupakan warga Dusun Baru Gajah, Desa Lancat.
Keresahan tersebut disampaikannya kepada redaksi SahataNews pada Jumat (28/8/2026). Ia mengaku sangat terdampak oleh dugaan penyalahgunaan narkoba yang disebutnya terjadi di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap pengguna, tetapi juga berimbas langsung kepada keluarga, terutama anak dan istri.
“Madung hebat do BG di Lingga Bayu on, bg. Merajela, anak istri di telantarkan demi sabu, bg,” ujarnya.
Ia berharap aparat kepolisian dapat lebih aktif melakukan pemberantasan terhadap peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Lingga Bayu, termasuk menindak pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Harapan qu, BG, diberantas ma bg yang namanya sabu. Soalnya dampaknya sangat besar terhadap kami selaku istrinya, bg. Anak dan istrinya dilantarkan, bg,” ungkapnya.
Perempuan tersebut juga mengungkapkan bahwa kondisi rumah tangganya ikut terdampak akibat dugaan penyalahgunaan sabu. Ia berharap suaminya mendapatkan pertolongan sehingga dapat terbebas dari persoalan narkoba.
Selain itu, ia mengaku pernah mengalami kejadian yang menurutnya berkaitan dengan kebutuhan uang untuk membeli narkoba. Ia menyebut sejumlah barang milik anaknya bahkan pernah dipotong dan kemudian dijual.
“Madung sangat jahat do ia tu Ami, bg. Golang ni anak qu, bg, dipotong pake gunting kuku, bg, lalu dijual, bg,” katanya.
Terkait sosok yang disebutnya sebagai pengedar, perempuan tersebut mengaku tidak mengetahui nama maupun identitas lengkapnya. Ia hanya mengenali wajah orang yang dimaksud.
“Goar na, bg, inda utanda. Wajah na do, bg, na utanda,” ujarnya.
Ia mengaku mengetahui wajah orang tersebut karena pernah mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya aktivitas penggunaan narkoba.
Perempuan itu mengatakan dirinya mendatangi lokasi tersebut seorang diri karena merasa sudah tidak tahan melihat dampak yang ditimbulkan dugaan penyalahgunaan narkoba terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.
“Saya langsung ke TKP, Bang,” ujarnya.
Keresahan tersebut juga terlihat dari sebuah unggahan di akun Facebook @yuniboruenjeng. Dalam video yang diunggah, terlihat seorang perempuan mendatangi seorang diri lokasi yang disebut berada di kawasan kebun sawit di Pulo Padang, arah Kampung Lamo.
Dalam keterangan video tersebut, perempuan itu mengaku menemukan enam orang yang diduga berada di lokasi. Namun, ketika dirinya tiba, orang-orang yang disebutnya tersebut telah melarikan diri.
“Saya menemukan sebanyak 6 orang di belakang Pulo Padang arah Kampung Lamo, si penjual dan si pembeli. Namun saya sampai di TKP, orang yang 6 lari semua. Tolonglah Pak agar dibersihkan, Pak Polisi Lingga Bayu,” demikian tulisan yang terlihat dalam video tersebut.
Dalam rekaman itu, perempuan tersebut juga meminta aparat kepolisian segera melakukan tindakan terhadap dugaan aktivitas narkoba di wilayah Kecamatan Lingga Bayu.
“Ini, Pak, barang buktinya, Pak. Ini tempatnya, Pak. Tolonglah, Pak, berantas. Tolong, Pak, berantas ini semuanya, Pak. Kita bersihkan, Pak, Lingga Bayu ini,” terdengar suara perempuan tersebut dalam video.
Ia kemudian memperlihatkan sejumlah benda yang disebut ditemukan di lokasi, salah satunya botol air mineral merek Aqua yang pada bagian tutupnya terpasang dua pipet atau selang.
Benda tersebut disebut oleh perempuan itu diduga berkaitan dengan aktivitas mengonsumsi sabu.
Warga berharap keresahan terkait dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Lingga Bayu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Mereka berharap langkah penindakan dan pencegahan dapat dilakukan demi melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga dari dampak penyalahgunaan narkotika. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan