Panyabungan, SahataNews – Di tengah ribuan jamaah haji yang didominasi usia lanjut, sosok Amida Fitri (21) mencuri perhatian saat bergabung dalam rombongan Kelompok Terbang (Kloter) 6 Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu, 26 April 2026.
Mahasiswi asal Kecamatan Panyabungan ini berangkat ke Tanah Suci bukan sekadar menunaikan ibadah haji. Ia memikul amanah besar: menggantikan almarhum ayahnya yang wafat sebelum sempat berangkat.
Keputusan itu bukan bagian dari rencana hidupnya. Di saat seharusnya fokus menyelesaikan tugas akhir kuliah, Amida justru harus mempersiapkan diri dalam waktu singkat untuk menjalani ibadah haji.
Namun, ia memilih berdiri di barisan jamaah—bukan hanya sebagai dirinya, tetapi sebagai perpanjangan bakti seorang anak kepada orang tuanya.
“Saya berangkat menggantikan ayah. Alhamdulillah persiapan selama ini berjalan lancar,” ujarnya dengan suara tenang.
Dengan usia yang masih muda, Amida menjadi salah satu jamaah termuda dalam rombongan tersebut. Kehadirannya menjadi potret nyata pengabdian generasi muda yang rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi menunaikan amanah keluarga.
Ia menyadari, perjalanan ini bukan hanya soal fisik, tetapi juga kekuatan mental dan niat. Amida pun mengaku telah mempersiapkan diri agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik.
Di balik senyum saat prosesi pelepasan, tersimpan perasaan haru yang sulit disembunyikan. Sosok ayah yang seharusnya mendampingi, kini hanya hadir dalam doa.
“Perasaannya bahagia, tapi juga terharu dan ada sedihnya,” ungkapnya.
Amida berharap setiap rangkaian ibadah yang ia jalankan di Tanah Suci dapat menjadi amal jariyah bagi almarhum ayahnya.
“Semoga haji ini menjadi mabrur dan pahalanya bisa sampai kepada orang tua, terutama untuk almarhum ayah,” tuturnya.
Selain itu, ia juga memohon doa untuk keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan selama dirinya menunaikan ibadah.
Keberangkatan Amida menjadi cerminan bahwa ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga wujud cinta, bakti, dan tanggung jawab seorang anak kepada orang tuanya. (Rls)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan