MEDAN, SahataNews – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis Pertalite, masih terjadi di Kota Medan dan sejumlah daerah di Sumatera Utara. Kondisi ini memicu antrean panjang di berbagai SPBU dan menimbulkan perbedaan pandangan antara PT Pertamina Patra Niaga dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengenai penyebab utama persoalan tersebut.
Pihak Pertamina menyatakan stok BBM dalam kondisi aman dan distribusi terus dilakukan secara maksimal. Menurut perusahaan, antrean terjadi karena meningkatnya konsumsi masyarakat selama masa libur sekolah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan penyaluran BBM ke seluruh SPBU di Sumatera Utara.
“Monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU terus dilakukan secara intensif agar distribusi berjalan optimal,” ujar Fahrougi.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina mengaku telah menambah 15 unit mobil tangki serta 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan.
“Selain itu, Pertamina juga memperkuat operasional dengan menambah 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan guna mendukung kelancaran proses distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara,” katanya.
Meski distribusi diperkuat, Pertamina menilai tingginya konsumsi membuat pasokan di sejumlah SPBU cepat habis sehingga antrean masih terjadi.
Namun, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memiliki penjelasan berbeda. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan BBM, melainkan terganggunya distribusi akibat banyak pengemudi mobil tangki yang berhenti bekerja.
“Yang saya sampaikan dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina itu bukan kelangkaan BBM-nya. Tapi pengemudi yang antar BBM-nya terjadi pemberhentian massal,” kata Bobby saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/7/2026).
Bobby menyebut proses perekrutan sopir pengganti oleh Pertamina hingga kini belum rampung. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk membantu mengemudikan mobil tangki BBM agar distribusi ke SPBU tetap berjalan.
“Jadi TNI-Polri ini untuk bisa mengganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TNI-Polri sudah ready untuk itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi lanjutan akan terus dilakukan agar penyaluran BBM ke seluruh SPBU di Sumatera Utara dapat kembali normal.
Terlepas dari perbedaan penjelasan antara Pertamina dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, masyarakat berharap persoalan ini segera teratasi. Kelancaran distribusi BBM dinilai penting untuk mengakhiri antrean panjang di SPBU yang telah mengganggu aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi di berbagai daerah. (Rls)
Sumber : Fb Posmetro Medan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan