MEDAN, SahataNews– Perebutan 13 kursi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi dimulai. Seleksi terbuka tersebut dibuka langsung oleh Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, di Le Polonia Hotel and Convention, Medan, Senin (6/7/2026).
Seleksi ini digelar untuk mengisi sejumlah jabatan pimpinan OPD yang masih kosong sekaligus menghadirkan birokrasi yang profesional, berintegritas, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pembangunan daerah.
Sesuai jadwal, para peserta akan menjalani uji kompetensi dan penulisan makalah selama tiga hari. Selanjutnya, pada Kamis dan Jumat, peserta mengikuti tahapan psikotes sebagai bagian dari proses seleksi.
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah menegaskan bahwa keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kepala daerah, tetapi juga oleh kualitas para pimpinan perangkat daerah yang mampu menerjemahkan visi dan misi menjadi program nyata yang dirasakan masyarakat
“Keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kepala daerah, tetapi juga kualitas para pimpinan perangkat daerah yang mampu menerjemahkan visi dan misi ke dalam program kegiatan dan hasil nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” ujar Saipullah.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak memandang seleksi ini sekadar ajang memperebutkan jabatan. Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Jangan melihat seleksi ini sebagai kompetisi untuk memperoleh jabatan. Jabatan bukanlah sebuah penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Saipullah berharap pejabat yang nantinya terpilih mampu menjadi pemimpin yang melayani masyarakat, membangun kolaborasi, serta berani mengambil keputusan yang tepat demi kemajuan Kabupaten Mandailing Natal.
Ia juga menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintah harus menjadikan RPJMD Kabupaten Mandailing Natal 2025–2030 sebagai pedoman dalam menjalankan program pembangunan.
“Yang kita butuhkan adalah pembantu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, semangat melayani, loyal kepada kepentingan masyarakat, serta mampu bekerja secara sinergis,” katanya.
Di hadapan panitia seleksi, Bupati Saipullah meminta seluruh tahapan dilaksanakan secara profesional, objektif, independen, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.
“Berikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta sehingga hasil seleksi benar-benar menghasilkan pimpinan terbaik yang dibutuhkan daerah,” pungkasnya. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan