Madina – SahataNews | Musyawarah Cabang DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diwarnai pernyataan mengejutkan dari Khoiruddin Faslah Siregar. Dalam sambutannya di Aula Hotel Rindang, Panyabungan, Selasa (14/4/2026), Faslah menegaskan bahwa hingga saat ini hanya PKB yang berhasil mencetak kader menjadi bupati di Madina.
Menurutnya, perjalanan panjang partai yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid itu di Madina bukan tanpa hasil. PKB bahkan sukses menempatkan lima kader di DPRD serta berulang kali mengusung pasangan calon kepala daerah.
“Puncaknya saat kita mengusung kader sendiri, Muhammad Jafar Sukhairi bersama Atika Azmi Utammi yang dikenal dengan jargon SUKA. Ini bukti PKB mampu melahirkan pemimpin nomor satu di Madina,” tegasnya.
Tak hanya itu, Faslah juga menyebut keberhasilan PKB di legislatif dan eksekutif menegaskan posisi partai sebagai kekuatan strategis di Bumi Gordang Sambilan.
Namun, di balik capaian tersebut, Faslah justru membuat keputusan mengejutkan. Setelah empat periode menjabat sebagai Ketua DPC, ia memastikan tidak akan kembali maju pada periode 2026–2031.
“Saya tidak akan lagi jadi Ketua PKB. Kalau saya masih dipilih, berarti saya gagal melakukan regenerasi kepemimpinan,” ujarnya lugas.
Baginya, memimpin PKB selama hampir 20 tahun adalah perjalanan spiritual sekaligus tanggung jawab besar yang kini harus diteruskan oleh generasi berikutnya.
Faslah berharap Muscab kali ini tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga menghasilkan program kerja konkret untuk menghadapi Pemilu 2029.
“Target kita jelas, suara sudah terbanyak, sekarang kursi juga harus terbanyak,” katanya optimistis.
Di akhir sambutan, Faslah menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh kader serta masyarakat atas kepemimpinannya selama ini.
“Semoga ke depan lahir kepemimpinan yang lebih baik dan program yang benar-benar berpihak kepada rakyat untuk mewujudkan Madina yang Madani,” pungkasnya. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan