MADINA,SahataNews – Kasus seorang pekerja yang tewas di pengolahan material emas (tong) di Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Madina pada Selasa 22 September 2026, atau sekitar dua pekan lalu belum juga tuntas. Bahkan, hingga kini identitas pemilik tong yang diduga tak punya izin tersebut belum diketahui.
Sejumlah pihak pun berharap Polres Madina segera menuntaskan kasus itu dan menyampaikannya ke publik.
“Kita harap Polres Madina segera menuntaskan kasus seorang pekerja yang tewas tertimpa tong di Hutabargot, kita minta polres transparan dan menyampaikannya ke publik,” ujar salah seorang pemerhati sosial di Kabupaten Madina, Gozali, Selasa (6/10/2026).
Menurut Gozali, berdasarkan informasi yang ia peroleh, pemilik tong itu merupakan seseorang yang sudah lama terlibat dalam aktivitas pertambangan emas di Kecamatan Hutabargot dan punya kededekatan dengan sejumlah oknum aparat penegak hukum (APH).
“Pemiliknya ini pemain lama di tambang kawasan Hutabargot, banyak memang orang dekatnya ini oknum-oknum APH kita,” katanya.
Ditanya terkait siapa identitas pemilik tong dan nama-nama oknum APH yang ia maksudkan, Gozali pun meminta agar Polres Madina yang mengungkapnya ke Publik.
“Lebih baik Polres Madina saja yang langsung menyampaikannya ke Publik, siapa identitas pemilik tong ini, biar kita masyarakat ini percaya bahwa Polisi kita benar-benar bekerja secara transparan dan profesional,” pungkasnya.
Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Tri Boy Alvin Siahaan belum merespons konfirmasi terkait sudah sejauh mana perkembangan kasus tersebut. Sementara, Staf Humas Polres Madina, Bripka Roy Manurung menyampaikan kasus pekerja yang tewas tertimpa tong masih dalam tahap penyelidikan.
“Masih tahap penyelidikan,” kata Roy, sembari menyebut masih belum bisa mereka rilis semua.
Kasus Tiga Unit Alat Berat di Kotanopan Juga Diminta Diusut Tuntas
Selain kasus pekerja tewas tertimpa tong, Gozali juga meminta kasus tiga unit alat berat yang dibakar massa di Jambur Tarutung, Kelurahan Pasar Kotanopan untuk diusut secara tuntas.
Menurut Gozali, kedua kasus tersebut saat ini menjadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat.
“Kedua kasus ini kan beritanya sudah viral, tak hanya masyarakat di Madina, saya yakin saat ini di luar Madina ini pun menunggu,” ujarnya.
Ia juga menduga pemilik alat berat yang dibakar massa memiliki kedekatan dengan oknum-oknum APH.
“Saya yakin pemilik alat berat ini, juga bukan warga biasa, pasti dia punya kedekatan dengan oknum-okunm APH, kalau enggak, tidak mungkin dia berani terang-terangan main tambang pake alat berat,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, pemilik tiga unit alat berat yang dibakar massa itu berinisial P warga Hutarimbaru, Kecamatan Kotanopan.
P atau yang lebih dikenal luas Bos Pawang disebut-sebut juga punya beking kuat dalam aktivitas pertambangan emas tanpa izin (peti) di wilayah Kotanopan.
Pasalnya, selama 2 tahun belakangan, dia disebut kerap lolos dari razia-razia yang dilakukan oleh aparat penegak hukum (APH).
“Si P ini bekingnya orang kuat, di pusat itu ada pangkatnya jenderal, ada juga oknum dari satuan Kodam 1 Bukit Barisan,” kata sumber terpercaya media ini.
Namun, keterangan dari sumber masih sabatas dugaan yang perlu mendapatkan konfirmasi. Media ini masih mencoba mengkonfirmasi terkait dugaan keterlibatan oknum personel Kodam 1 Bukit Barisan yang disebut-sebut menjadi beking dalam aktivitas peti yang dilakukan oleh P di Kecamatan Kotanopan. (Tim/Sahrul Harahap)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan