Madina, SahataNews – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, semakin pekat. Kondisi ini mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait terganggunya jarak pandang dan dampaknya terhadap kesehatan.
Bahkan, pada Selasa (13/10/2026), jarak pandang di sejumlah kawasan terpantau hanya berkisar 500 kurang lebih meter. Matahari juga terlihat memerah akibat tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Menanggapi kondisi itu, Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berkendara dan melakukan aktivitas di luar rumah.
“Kita mengimbau masyarakat agar berhati-hati kalau berkendara dan disarankan memakai masker,” ujar Saipullah.
Selain menyampaikan imbauan, Bupati juga menyatakan akan menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina untuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara teknis.
“Kami akan perintahkan BPBD untuk berkoordinasi dengan pihak terkait agar melakukan pencegahan dan penanganan secara teknis,” ungkapnya.
Saipullah juga menyebutkan bahwa Kepala BPBD Madina telah menyiapkan sebanyak 50 ribu masker untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Sementara itu, dinas terkait akan melakukan pemeriksaan kualitas udara di wilayah Madina guna mengetahui kondisi udara saat ini, termasuk tingkat kelayakannya bagi kesehatan masyarakat.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah kualitas udara masih dalam kategori aman atau justru sudah berada pada tingkat yang dapat membahayakan kesehatan.
Di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker yang sesuai, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan pernapasan lainnya.
Masyarakat pun berharap langkah pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian mengenai kondisi kualitas udara sekaligus melakukan upaya konkret untuk mengatasi kabut asap yang menyelimuti Mandailing Natal. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan