Madina, SahataNews – Aspirasi terkait pembangunan dan peningkatan ruas jalan Mompang Jae–Tanjung Mompang kembali disuarakan masyarakat Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025/2026 anggota DPRD Madina, Ahmad Taufik Siregar alias Ucok Rindang, yang digelar di TPA Al-Jakfar Ibnu Husin, Kelurahan Mompang Jae, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Mompang Jae Rasid Rangkuty, para ketua RT dan RW, hatobangan, Ketua BKM Nurul Muttaqin, tokoh masyarakat, Ketua Naposo Nauli Bulung (NNB) Mompang Jae, Ketua Yayasan TPA Al-Jakfar Ibnu Husin serta kaum ibu.
Dalam kesempatan tersebut, salah seorang warga, Sobar Siregar, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat kepada Ucok Rindang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lanjutan pembangunan ruas jalan Mompang Jae–Tanjung Mompang.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan peningkatan bahu jalan Mompang Jae–Tanjung Mompang, pembangunan jalan lingkungan, jalan menuju tempat pemakaman umum (TPU), serta sejumlah jalan usaha tani.
Usulan jalan usaha tani tersebut antara lain berada di kawasan Padang Banggua, Padang Sibopo dan Tor Namumbang.
Tidak hanya infrastruktur jalan, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan parit permukiman dan dek penahan di Lorong IV, bronjong Aek Bulu Poring, saluran irigasi persawahan Saba Tarutung dan Saba Lobu, serta perbaikan abutmen jembatan yang rusak menuju Saba Lobu.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ucok Rindang menyatakan seluruh masukan masyarakat akan dibawa ke DPRD Madina untuk diperjuangkan kepada Pemerintah Kabupaten Madina.
Namun, legislator dafi Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Madina itu menegaskan dirinya tidak ingin memberikan janji bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat langsung direalisasikan.
“Semua aspirasi bapak-bapak, baik dari masyarakat maupun dari para RT dan RW, akan saya bawa dan perjuangkan di gedung DPR sana kepada Pemerintah Kabupaten Madina,” ujar Ketua Komisi I DPRD Madina itu.
Ia menjelaskan, kondisi efisiensi anggaran menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam merealisasikan berbagai usulan pembangunan dari masyarakat.
“Saya tidak berjanji bahwa semua aspirasi akan terealisasi, karena saat ini kita sedang mengalami efisiensi anggaran,” katanya.
Khusus mengenai ruas jalan Mompang Jae–Tanjung Mompang, Ucok mengatakan persoalan tersebut bukan kali pertama disampaikan. Menurutnya, ia telah beberapa kali memperjuangkan pembangunan ruas jalan tersebut dalam pembahasan di tingkat pemerintah daerah.
Ia juga mengaku pernah menyampaikan persoalan tersebut kepada Dinas PUPR Madina ketika Sahnan Pasaribu masih menjabat sebagai Plt Kepala Dinas PUPR.
Berdasarkan penjelasan yang diterimanya saat itu, kata Ucok, terdapat sejumlah kendala yang menjadi pertimbangan, di antaranya berkaitan dengan rencana perpanjangan runway Bandara Bukit Malintang.
Selain itu, ia menyebut ruas jalan tersebut telah masuk dalam usulan jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres).
“Untuk aspirasi pembangunan ruas jalan Mompang Jae–Tanjung Mompang ini, saya sudah berulang kali bertengkar di sana. Ini juga sudah pernah saya sampaikan kepada Kadis PUPR Madina,” ungkapnya.
Meski menghadapi sejumlah kendala, Ucok menegaskan dirinya akan tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.
“Walaupun begitu, saya akan terus memperjuangkannya hingga tuntas,” tegasnya.
Sebelumnya, Lurah Mompang Jae Rasid Rangkuty juga meminta agar berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut dapat dikawal dan diperjuangkan melalui DPRD.
Menurut Rasid, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan, tetapi juga sektor pendidikan keagamaan.
Ia meminta agar aspirasi para guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) turut menjadi perhatian, terutama terkait kesejahteraan guru.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya dukungan pengadaan mobiler untuk sekolah MDTA yang dibangun masyarakat melalui Tarbiyatul Atfal.
Fasilitas tersebut dinilai penting karena selain digunakan untuk kegiatan pendidikan, juga kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat musyawarah.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan penyantunan anak yatim dan orang tua jompo.
Melalui reses tersebut, berbagai aspirasi masyarakat Mompang Jae diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan Ucok Rindang dalam pembahasan program pembangunan bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. (Rizqi)
