MADINA, SahataNews – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Madina yang digelar di Aula Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, anggota DPRD, unsur Forkopimda yang diwakili Polres Madina, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan partai politik, organisasi kemasyarakatan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Al Washliyah, 19 Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP se-Mandailing Natal, tokoh agama, majelis-majelis, serta Pelaksana Tugas Ketua DPC PPP Kota Padangsidimpuan yang juga Pengurus DPW PPP Sumatera Utara, Adanan Buyung Lubis, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Atika mengawali dengan menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan oleh jajaran PPP Mandailing Natal. Ia mengaku merasa berkewajiban hadir sebagai bentuk penghormatan kepada partai yang telah menjadi salah satu pengusungnya pada Pilkada 2025.
“PPP merupakan salah satu partai pengusung kami pada Pilkada 2025. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan, baik moral maupun materiil, yang telah diberikan kepada kami,” ujar Atika.
Ia mengatakan, pemerintah daerah saat ini tengah menjalankan berbagai transformasi pembangunan agar program-program prioritas tetap berjalan meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, transformasi tersebut juga membutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk partai politik.
Atika berharap PPP dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah, mulai dari pembangunan hingga penguatan ketahanan keluarga dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, Muscab VI PPP menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi, memperkuat regenerasi kepemimpinan, sekaligus menyusun program yang sesuai dengan tantangan zaman.
“Semoga Muscab ini melahirkan program-program baru yang lebih adaptif dengan kondisi saat ini serta memperkuat sinergi antara partai politik dan pemerintah daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Atika juga mengenang masa kejayaan PPP di Madina. Ia menyebut Partai Ka’bah pernah mencatat sejarah dengan meraih sembilan kursi di DPRD Mandailing Natal, sebuah capaian yang menurutnya hingga kini belum mampu dilampaui partai lain.
“Saya masih ingat PPP pernah memperoleh sembilan kursi di DPRD Mandailing Natal. Rekor itu sampai hari ini belum terpatahkan. Mudah-mudahan dengan kekompakan seluruh kader, PPP dapat kembali berjaya di Mandailing Natal,” ungkapnya.
Atika berharap pada pemilu mendatang PPP mampu kembali memiliki fraksi yang kuat di DPRD Mandailing Natal serta meningkatkan keterwakilan di DPRD Sumatera Utara maupun DPR RI sehingga dapat ikut memperjuangkan pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di dalam tubuh partai. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam organisasi, namun tidak boleh berujung pada perpecahan.
“Persatuan adalah kunci utama. Setelah kepengurusan terbentuk, mari tetap solid dan saling mendukung agar agenda-agenda partai dapat berjalan dengan baik dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah, (DPW) PPP Sumatera Utara, Dr. H Sarmadan Nur Siregar, M.Pd menyampaikan optimismenya terhadap masa depan PPP di Mandailing Natal. Menurutnya, daerah yang dikenal sebagai Kota Santri memiliki potensi besar untuk mengembalikan kejayaan PPP apabila seluruh kader mampu menjaga integritas, amanah, kejujuran, serta memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting.
Ia juga mengajak seluruh kader meninggalkan praktik-praktik yang dapat mencederai nama baik partai dan fokus membangun organisasi yang profesional, bersih, serta dekat dengan masyarakat.
“Muscab ini harus menjadi momentum konsolidasi dan kebangkitan PPP. Mari kita bangun partai dengan integritas, memperkuat struktur organisasi, dan terus hadir di tengah masyarakat,” ujar Sarmadan
Rangkaian Muscab VI PPP Kabupaten Mandailing Natal ditutup dengan kegiatan penyantunan anak yatim yang berasal dari Desa Parbangunan. Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian Muscab sebagai bentuk kepedulian dan komitmen PPP terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
Muscab VI PPP Kabupaten Mandailing Natal diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid serta mampu memperkuat konsolidasi internal partai dalam menghadapi agenda politik dan pembangunan daerah di masa mendatang (Rizqi).

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan