MADINA, SahataNews – Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Selasa (9/6/2026) dini hari. Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 akhirnya tiba kembali di kampung halaman setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Meski hujan mengguyur sejak malam, antusiasme masyarakat dan keluarga yang menanti kedatangan para tamu Allah itu tidak surut. Mereka tetap bertahan untuk menyambut kepulangan sanak saudara dengan penuh rasa syukur dan bahagia.

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution turut hadir menyambut kedatangan para jemaah. Namun, mengingat waktu sudah larut malam, Atika memilih tidak menyampaikan sambutan agar para jemaah dapat segera kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Madina, Ahmad Zainul Khobir, menjelaskan jumlah jemaah yang tiba di Madina kali ini lebih sedikit dibandingkan saat keberangkatan.

Menurut dia, terdapat dua jemaah yang berangkat ke Tanah Suci pada jadwal berbeda karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang bersama Kloter 6.

Selain itu, satu jemaah asal Kelurahan Longat, Isran bin Baitul Nasution, wafat di Tanah Suci pada 27 Mei 2026 atau bertepatan dengan 10 Zulhijjah.

“Pada 27 Mei yang lalu, bertepatan dengan tanggal 10 Zulhijjah, ada satu orang jemaah kita dipanggil Allah SWT, yakni Bapak Isran bin Baitul Nasution yang berasal dari Kelurahan Longat,” ujar Zainul Khobir.

Ia juga mengungkapkan keterlambatan rombongan tiba di Madina dari jadwal yang telah ditentukan. Semula, rombongan diperkirakan sampai sekitar pukul 22.30 WIB, namun beberapa kendala selama perjalanan menyebabkan kedatangan molor hingga dini hari.

“Idealnya kita sampai di Madina ini diperkirakan pukul 22.30 WIB. Namun, kondisi yang terjadi mungkin kita yang merencanakan, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berkehendak,” katanya.

Meski tidak memberikan sambutan secara langsung, Wabup Atika menitipkan pesan dan doa kepada seluruh jemaah melalui pihak Kemenhaj.

“Ibu Wakil Bupati berpesan kepada kami tadi bahwasanya titip salam kepada kita semua. Mudah-mudahan jemaah haji Mandailing Natal semuanya menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” ungkap Khobir.

Setelah prosesi penyambutan selesai, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Kantor Kemenhaj secara resmi menyerahkan kembali para jemaah kepada keluarga masing-masing.

Diharapkan, seluruh nilai ibadah dan pengalaman spiritual yang diperoleh selama menjalankan rukun Islam kelima dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi teladan di tengah masyarakat. (Rizqi)