SahataNews – Madina | Warga Desa Bangun Purba, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam sebuah sumur ladang pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 08.50 WIB. Korban diketahui bernama Pahruddin (55), seorang petani setempat yang sehari-hari bekerja di sekitar lokasi.
Penemuan mayat terjadi di sebuah sumur yang berada di wilayah Saba Dalan, Desa Bangun Purba. Meski lokasi sumur berada di Desa Bangun Purba, lahan tempat sumur itu berada merupakan milik warga Kelurahan Kayu Laut, Kecamatan Panyabungan Selatan. Jarak antara lokasi kejadian dengan rumah korban sekitar 700 meter, sementara ladang milik korban sendiri hanya berjarak sekitar empat meter dari sumur tersebut.
Saat ditemukan, korban berada di dalam sumur dalam posisi berdiri dan sudah tidak bernyawa. Korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa kaos kuning dan celana keper panjang berwarna hitam.
Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan bahwa korban sebelumnya pergi seorang diri ke ladang pada Senin sore untuk mengambil buah pepaya. Namun hingga malam hari korban tidak kembali ke rumah. Keesokan paginya, warga melihat korban berada di dalam sumur dalam keadaan meninggal dunia.
Penemu pertama adalah Rohman (26), warga setempat yang juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. Rumahnya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi, sehingga memungkinkan dirinya menjadi orang pertama yang melihat korban di dalam sumur. Saksi lain, Muhammad Ali (29), turut memastikan kondisi korban saat ditemukan.
Sekira pukul 09.00 WIB, Kepala Desa Bangun Purba, Ahmad Sanusi Rangkuti, menerima laporan masyarakat terkait kejadian tersebut. Kades kemudian berkoordinasi dengan Babinsa Koramil 14 Kotanopan, Blazer, untuk melakukan evakuasi. Proses pengangkatan jenazah dilakukan secara manual oleh warga menggunakan tandu.
Sejumlah warga yang terlibat dalam evakuasi di antaranya Sekdes Ahmad Husein, Romodon, Firdaus, dan Rahmat Hidayat. Selanjutnya jenazah dibawa menuju rumah duka oleh Firdaus, Salman, Ahmad Husein, Nilwan Batubara, Romodon, Parlagutan, Ahmad Hambali, dan Sulhan.
Di sekitar lokasi, warga menemukan barang-barang milik korban seperti tas ladang, sandal, satu buah pepaya, serta rokok merek Gedung Cengkeh dan sebatang rokok yang telah dihisap sebagian. Pada dinding bagian dalam sumur juga terlihat bekas cakaran tangan, yang mengindikasikan korban sempat berusaha menyelamatkan diri sebelum akhirnya meninggal dunia.
Hingga kini belum ada hasil visum ataupun keterangan medis terkait luka pada tubuh korban. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kematiannya. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan