Panyabungan, SahataNews – Angkutan kota (Angkot) 02 bernomor polisi BB 1918 HB yang membawa rombongan santri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba nyungsep ke dalam jurang sedalam 50 meter di kawasan Saba Purba, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal (Madina), Senin (22/6/2026).
Kecelakaan tunggal yang meremukkan badan kendaraan tersebut diduga kuat dipicu oleh manuver sang sopir saat berusaha mendahului dua truk Fuso dari jalur kiri.
Petaka itu bermula ketika Angkot 02 sarat penumpang melaju dari arah Panyabungan menuju Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

Menurut penuturan Abdul Bais, santri kelas 3 yang menjadi korban selamat dalam insiden tersebut, kecelakaan terjadi sesaat setelah sopir Angkot 02 memaksakan diri mengambil lajur kiri.
Sopir yang diketahui bernama Cahyono, warga Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, tersebut berusaha menyalip dua truk Fuso dari sebelah kiri, yang berujung pada selipnya ban kendaraan.
Akibat ban yang kehilangan cengkeraman, Cahyono tak lagi sanggup mengendalikan laju kemudi.
Dalam hitungan detik, angkot jurusan Purba Baru–Panyabungan itu tergelincir dari bahu jalan dan berguling terperosok hingga terhempas ke dasar jurang.
Beruntung, peristiwa nahas itu tidak memakan korban jiwa. Meski demikian, sopir beserta sejumlah penumpang mengalami luka-luka yang cukup serius.
Seluruh korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan guna mendapatkan penanganan medis darurat.
Hingga berita ini ditayangkan, Cahyono dilaporkan belum sadarkan diri dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Merespons kejadian tersebut, anggota Satlantas Polres Madina langsung diturunkan ke lokasi untuk mengamankan area.
Polisi memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti kecelakaan yang membuat kondisi Angkot hancur parah.
Kasat Lantas Polres Madina menegaskan kepolisian saat ini masih mendalami kronologi kecelakaan tunggal ini.
“Saat ini personel kami sudah di lapangan untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi,” ujarnya.
Dia juga mengimbau para pengendara agar selalu berhati-hati, menahan diri dari manuver berbahaya, dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan kecelakaan, terutama di kawasan perbukitan dan tikungan tajam. (Rizqi)

