Madina – SahataNews | Atika Azmi Utammi Nasution menilai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai yang konsisten dan tidak pernah bermain “dua kaki”, dengan tetap mengedepankan soliditas serta sinergitas dalam setiap langkah politiknya.
Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Atika mengaku merasakannya langsung dalam perjalanan karier politiknya, khususnya saat mengikuti kontestasi Pilkada 2020 dan Pilkada 2024. Dalam dua momentum penting itu, PKB menjadi partai yang mengusung dirinya.
“PKB adalah partai politik pertama yang mengawali karier politik saya. Ketua tim kami amanahkan kepada PKB. Di periode kedua, PKB juga termasuk yang paling cepat mengeluarkan rekomendasi untuk pencalonan kami kembali. Kesetiaan PKB tidak perlu diragukan, tidak pernah ada dua kaki,” ujar Atika.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC PKB Kabupaten Mandailing Natal yang digelar di Aula Hotel Rindang, Panyabungan, Selasa (14/4/2026).
Atika bahkan mengaku memiliki “utang moral” kepada PKB, sehingga merasa wajib hadir dalam agenda tersebut. Baginya, PKB bukan sekadar partai politik, melainkan sudah seperti rumah sendiri.
“PKB ini sudah seperti rumah untuk saya. Dua kali menghantarkan saya ke jabatan eksekutif, dua kali menang, dua kali solid,” ungkapnya.
Menurutnya, soliditas yang ditunjukkan DPC PKB Madina patut menjadi contoh bagi partai lain. Ia menilai perpecahan internal hanya akan melemahkan arah perjuangan politik.
“Kalau dalam satu tubuh partai ada dua atau tiga suara, pasti akan sulit. Akan muncul kubu-kubuan, dan akhirnya kita sibuk melihat ke kiri dan kanan, padahal tujuan kita ada jauh di depan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Atika juga mengapresiasi konsistensi PKB dalam memberikan ruang politik bagi perempuan. Ia menyebut PKB sebagai satu-satunya partai yang secara berkelanjutan menghadirkan keterwakilan perempuan di DPRD Madina hingga tingkat provinsi.
“PKB ini sesuai warnanya, teduh. Untuk kami perempuan juga terasa teduh. PKB konsisten punya anggota DPRD perempuan, termasuk saat ini di provinsi,” katanya.
Lebih jauh, Atika menilai DPC PKB Madina tidak hanya aktif saat momentum pemilihan, tetapi juga terus berperan dalam memberikan masukan kepada pemerintah daerah. Mulai dari isu pembangunan, pemberantasan narkoba, hingga penanganan judi daring yang belakangan marak.
Menutup sambutannya, Atika menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan Muscab tersebut, seraya menegaskan kedekatannya dengan PKB.
“Salam hormat kami. Walaupun saya warna putih, tapi saya merasa bagian dari keluarga besar PKB. Mudah-mudahan Mandailing Natal tetap menjadi basis suara PKB di Sumatera Utara,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan