Kotanopan, SahataNews – Pecah, puncak kemarahan massa tak terbendung lagi, sebanyak 3 unit alat berat eskavator (beko) yang beroperasi di kawasan Jambur Tarutung, Kelurahan Kotanopan, Kabupaten Madina, dibakar massa, pada Minggu (4/10/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Lokasi kawasan Jambur Tarutung ini memang telah lama menjadi lahan oleh para penambang baik menggunakan alat berat maupun mesin dompeng untuk melakukan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (peti) di wilayah tersebut.
Informasi dihimpun, ketiga alat berat yang dibakar massa diduga milik oknum bos penambang berinisial P, warga Desa Hutarimbaru, Kecamatan Kotanopan.
Saat kejadian, ketiga alat berat disebut sedang beroperasi mencari butiran emas. Namun, massa marah disebut bukan karena aktivitas pertambangannya, melainkan karena alat berat itu nekat beroperasi di lokasi yang sudah dilarang atau pun diperingatkan warga.
“Kan, di lokasi ini ada masjid, sudah lama diperingatkan jangan beroperasi di dekatnya, karena kan nanti bisa roboh masjidnya. Tapi, alat berat ini masih terus beroperasi disitu, makanya warga marah,” kata sumber media ini.
Menurut sumber, warga sebelumnya sudah sering menyampaikan bahkan sudah ada kesepakatan dengan pemilik alat berat agar jangan beroperasi di sekitar bangunan masjid tersebut.
“Sudah disepakati batasannya dan jaraknya yang tidak boleh. Tapi tetap aja alat beratnya ini melanggar batasan kalau malam hari beroperasi, makanya massa marah,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Madina melalui bagian Humas Polres Madina, Bripka Roy Manurung membenarkan kejadian pembakaran alat berat tersebut. Namun, Roy mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Kejadian (pembakaran) benar bang, namun masih dalam penyelidikan,” katanya.
Ia menyebut ada sebanyak tiga unit alat berat yang terbakar. “Ada tiga unit”, ujarnya sembari menyampaikan pihaknya saat ini masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) guna untuk penyelidikan lebih lanjut.
Penambang P Disebut-sebut Punya Beking Kuat
Nama penambang P, atau yang lebih dikenal luas Bos Pawang disebut-sebut punya beking kuat dalam aktivitas pertambangan emas tanpa izin (peti) di wilayah Kotanopan. Selama 2 tahun belakangan, dia disebut kerap lolos dari razia-razia yang dilakukan oleh aparat penegak hukum (APH).
“Si P ini bekingnya orang kuat, di pusat itu ada pangkatnya jenderal, ada juga oknum dari satuan Kodam 1 Bukit Barisan,” kata sumber terpercaya media ini.
Namun, keterangan dari sumber masih sabatas dugaan yang perlu mendapatkan konfirmasi.
Media ini masih mencoba mengkonfirmasi terkait dugaan keterlibatan oknum personel Kodam 1 Bukit Barisan yang disebut-sebut menjadi beking dalam aktivitas peti yang dilakukan oleh P di Kecamatan Kotanopan. (Sahrul Harahap)
