Madina, SahataNews – Dinamika menjelang Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai menghangat. Sejumlah nama mulai diperbincangkan untuk mengisi posisi kepemimpinan organisasi sosial (ORSOS) tersebut.

Salah satu nama yang mencuat adalah Roy Samsuri Lubis, mantan pengurus Karang Taruna Kecamatan Panyabungan Barat.

Kemunculan nama Roy bukan tanpa alasan. Ia memiliki pengalaman dalam aktivitas kepemudaan dan sosial kemasyarakatan sejak berada di tingkat kecamatan.

Jejak pengabdiannya dimulai dari lingkungan akar rumput. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial membuat dirinya cukup dikenal di kalangan pemuda dan masyarakat Panyabungan Barat.

Pengalaman tersebut kemudian berkembang ketika Roy memasuki dunia profesional. Saat ini, ia dikenal sebagai Chief Executive Officer (CEO) Media BaswaraTimes.

Posisi tersebut memberinya pengalaman dalam mengelola sebuah institusi media, membangun komunikasi, mengambil keputusan serta mengembangkan jejaring dengan berbagai elemen masyarakat.

Kombinasi pengalaman organisasi kepemudaan dan kemampuan manajerial itu kini menjadi salah satu alasan nama Roy ikut diperbincangkan menjelang Temu Karya Karang Taruna Madina.

Sejumlah kalangan pemuda menilai pengalaman Roy di tingkat akar rumput dapat menjadi salah satu modal apabila dirinya memutuskan maju dalam bursa kepemimpinan Karang Taruna Kabupaten Madina.

Seorang kader Orsos yang mengikuti perkembangan dinamika Temu Karya menyebut organisasi membutuhkan figur yang memiliki pengalaman lapangan sekaligus kemampuan mengelola organisasi.

“Kami membutuhkan sosok yang tidak hanya mampu menyampaikan visi, tetapi juga memiliki pengalaman organisasi, manajerial dan aksi nyata di tengah masyarakat. Pengalamannya dari tingkat kecamatan hingga memimpin sebuah media menjadi salah satu hal yang patut dipertimbangkan,” ujarnya.

Namun, munculnya dukungan terhadap Roy tidak serta-merta menjadikannya sebagai calon yang pasti terpilih.

Mekanisme pencalonan dan pemilihan tetap harus mengikuti AD/ART Karang Taruna serta tata tertib dan mekanisme Temu Karya yang berlaku.

Temu Karya nantinya menjadi ruang bagi para kader untuk menyampaikan gagasan sekaligus menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya.

Karena itu, dinamika menjelang forum tersebut tidak hanya berkaitan dengan siapa yang akan menjadi ketua, tetapi juga mengenai gagasan dan program yang ditawarkan masing-masing kandidat.

Bagi Karang Taruna Madina, regenerasi kepemimpinan diharapkan dapat berjalan secara demokratis sesuai aturan organisasi dan mampu melahirkan kepemimpinan yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan pemuda serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Di tengah dinamika tersebut, Roy Samsuri Lubis kini menjadi salah satu nama yang mulai mendapat perhatian.

Pengalaman sebagai mantan pengurus Karang Taruna Kecamatan Panyabungan Barat, keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pengalaman memimpin perusahaan media menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya.

Apakah pengalaman tersebut akan mengantarkan Roy menuju pucuk kepemimpinan Karang Taruna Madina?

Jawabannya akan bergantung pada proses dan keputusan forum Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal. (Rizqi)