Madina, SahataNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution didampingi Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution turun langsung menemui massa aksi Aliansi Cipayung Plus dan Poros Pelajar Madina yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Madina, Kamis (11/6/2026).

Aksi yang diikuti sejumlah organisasi mahasiswa dan pelajar itu merupakan bentuk evaluasi terhadap 16 bulan kepemimpinan Saipullah-Atika. Dalam kesempatan tersebut, massa menyampaikan 15 tuntutan yang mencakup berbagai persoalan pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Mandailing Natal.

Secara bergantian, para orator menyampaikan kritik dan aspirasi terkait transparansi pengelolaan wilayah pertambangan rakyat, desakan pencabutan izin PT Sorik Mas Mining, kondisi infrastruktur jalan, hingga masih adanya daerah yang belum menikmati aliran listrik.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin memprihatinkan, irigasi pertanian yang belum maksimal, serta pembangunan akses jembatan menuju Bulu Mario yang hingga kini belum terealisasi.

Tak hanya itu, massa aksi meminta pemerintah daerah menjelaskan capaian kerja nyata selama 16 bulan terakhir. Menurut mereka, masyarakat membutuhkan bukti konkret pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung.

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga mendesak pemerintah daerah untuk melakukan tes urine terhadap pejabat yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba sebagai bentuk komitmen menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Saipullah memilih untuk berdialog langsung dengan para demonstran. Di hadapan massa aksi, ia mengundang seluruh mahasiswa dan pelajar masuk ke aula kantor bupati guna membahas satu per satu tuntutan yang disampaikan.

Ajakan dialog tersebut disambut positif oleh massa aksi. Sejumlah perwakilan demonstran kemudian memasuki aula untuk berdiskusi bersama pemerintah daerah.

Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal berbagai persoalan yang mereka sampaikan. Mereka juga menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak mendapat perhatian dan tindak lanjut yang serius.

Hingga berita ini diturunkan, dialog antara Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan perwakilan Aliansi Cipayung Plus dan Poros Pelajar Madina masih berlangsung.(Rizqi)