Site icon SahataNews

Bupati Madina Tawarkan Bandara Bukitmalintang Jadi Transit Bantuan Penanganan Bencana Tapanuli

SahataNews – Madina | Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menawarkan penggunaan Bandar Udara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Kecamatan Bukitmalintang sebagai titik transit distribusi bantuan logistik dan alat berat untuk percepatan penanganan banjir dan longsor yang melanda kawasan Tapanuli.

Tawaran itu disampaikan Saipullah dalam rapat koordinasi tingkat menteri bertema Percepatan Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Kamis, 27 November 2025. Ia mengikuti rakor tersebut secara daring dari Pendopo Rumah Dinas Bupati di Desa Parbangunan, Panyabungan, bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dan sejumlah kepala OPD.

Rakor yang dipimpin Menko PMK, Pratikno, turut dihadiri kementerian dan lembaga terkait serta para kepala daerah dari provinsi dan kabupaten/kota terdampak bencana.

Dalam laporannya, Saipullah memaparkan kondisi terkini di Madina. Hingga saat ini, sebanyak 49 desa di 19 kecamatan terdampak banjir, longsor, maupun puting beliung. Sementara sekitar 6.200 warga terpaksa mengungsi atau dievakuasi.

Ia menyebutkan, distribusi bantuan ke beberapa lokasi, terutama wilayah barat Madina, masih terhambat akibat akses transportasi yang terputus. Karena itu, ia meminta dukungan pemerintah pusat berupa alat berat dan perahu karet untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terakses.

“Untuk jalur darat, yang paling memungkinkan saat ini dari arah Sumbar. Sementara rute Panyabungan–Medan banyak yang tertimbun longsor maupun amblas,” jelas mantan Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Barat itu.

Saipullah juga melaporkan kerusakan jaringan listrik di beberapa titik dan berharap PLN segera melakukan perbaikan. Selain itu, ia mengingatkan bahwa persediaan BBM di Madina semakin menipis. “Kemungkinan besok BBM sudah habis. Kami mohon suplai bahan bakar dapat segera dikirim,” ujarnya.

Sementara itu, BNPB melaporkan hingga Kamis tercatat 17 korban jiwa di Sumatera Utara dan tiga orang masih hilang. Jumlah korban diperkirakan dapat bertambah seiring proses evakuasi yang belum sepenuhnya selesai. Untuk mempercepat penanganan, BNPB akan menurunkan tim khusus ke masing-masing provinsi terdampak.(Rizqi)

Exit mobile version