Madina – SahataNews | Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), memberikan klarifikasi terkait isu penutupan gerbang belakang masjid yang sempat memicu kesalahpahaman setelah beredarnya sebuah video di media sosial.
Ketua BKM, Khoirul Anwar Siregar, menjelaskan bahwa penutupan gerbang belakang tidak bermaksud melarang kendaraan roda empat memasuki area masjid. Penataan dilakukan semata-mata untuk menertibkan lalu lintas kendaraan dan menjaga kenyamanan jamaah serta pelaku UMKM yang beraktivitas di sekitar halaman masjid.
“Memang benar pintu gerbang belakang ditutup setengah dan kini difokuskan untuk akses sepeda motor. Namun, bukan berarti mobil tidak boleh masuk ke kawasan masjid,” ujar Anwar di pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur, Senin, (13/4/2026).
Anwar menerangkan, pengaturan akses tersebut merupakan bagian dari upaya penataan kawasan masjid. Ke depan, pintu belakang diprioritaskan untuk kendaraan roda dua, kecuali pada momen-momen tertentu seperti pemberangkatan jamaah haji, manasik haji, dan kegiatan keagamaan lainnya yang membutuhkan akses lebih luas.
Selain itu, penataan juga berkaitan dengan keberadaan pelaku UMKM yang berjualan di area belakang masjid. Menurut Anwar, langkah ini diambil untuk menjaga kenyamanan semua pihak, baik pedagang, pembeli, pengunjung, maupun jamaah.
“Kami ingin semua merasa nyaman. Karena itu, parkir mobil kami arahkan ke halaman depan, sedangkan sepeda motor dipusatkan di area depan bangunan masjid yang terpisah dari ruang utama ibadah,” jelasnya.
Anwar juga menyampaikan bahwa pihak BKM sedang menyiapkan spanduk dan media sosialisasi untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait aturan baru ini. Ia berharap masyarakat dapat memahami dan mengikuti pengaturan tersebut demi kenyamanan bersama.
Menanggapi narasi yang beredar di media sosial, Anwar menegaskan bahwa informasi yang menyebut mobil dilarang masuk sepenuhnya ke area masjid adalah keliru.
“Ini murni kesalahpahaman dan kurangnya sosialisasi. Ke depan kami akan lebih maksimal menyampaikan informasi agar tidak terjadi salah persepsi,” tutupnya. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan