MEDAN, SahataNews – Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga, SHI, mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) segera menambah kuota sekaligus memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar untuk wilayah Sumatera Utara.
Desakan tersebut disampaikan Muniruddin kepada wartawan, Jumat (10/7/2026), menyusul masih sering terjadinya kelangkaan BBM subsidi di berbagai daerah di Sumut. Kondisi itu menyebabkan sejumlah SPBU kehabisan stok sehingga masyarakat harus mengantre panjang, bahkan terpaksa membeli BBM non-subsidi dengan harga yang lebih tinggi.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, persoalan kelangkaan BBM subsidi tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa. Ia meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret dengan mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi kepada pemerintah pusat agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan distribusi kembali normal.
“PT Pertamina jangan menganggap masalah kelangkaan BBM bersubsidi ini hal yang biasa. Masyarakat sudah sangat resah karena setiap hari disuguhkan antrean panjang di SPBU serta papan pemberitahuan bahwa Pertalite habis dan Biosolar masih dalam perjalanan,” kata Muniruddin.
Ia menilai kondisi tersebut harus segera diatasi sebelum memicu kekecewaan masyarakat yang lebih besar. Menurutnya, Pertamina tidak boleh menunggu reaksi publik baru kemudian mengambil langkah penanganan.
“Jangan sampai masyarakat meluapkan kekecewaannya terlebih dahulu baru dilakukan penanganan atau penambahan kuota BBM,” tegasnya.
Muniruddin mengatakan, keberadaan BBM bersubsidi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, terutama di tengah tingginya harga BBM non-subsidi. Dengan harga Pertalite yang lebih terjangkau, masyarakat telah berupaya menyesuaikan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan transportasi sehari-hari.
Namun, ketika Pertalite dan Biosolar sulit diperoleh, masyarakat terpaksa beralih menggunakan Pertamax maupun Dexlite yang harganya jauh lebih tinggi sehingga semakin membebani kondisi ekonomi keluarga.
Ia juga menyoroti panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang masih memiliki stok BBM subsidi. Menurutnya, masyarakat harus menghabiskan waktu hingga puluhan menit bahkan berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite atau Biosolar akibat terbatasnya pasokan.
Karena itu, Muniruddin mendesak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut segera melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi BBM bersubsidi sekaligus mengusulkan penambahan kuota untuk Sumatera Utara kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, persoalan kelangkaan Pertalite dan Biosolar tidak boleh terus berulang karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, biaya transportasi, hingga perekonomian daerah.
Muniruddin juga mengaku heran persoalan kelangkaan BBM masih terus terjadi meski Indonesia telah puluhan tahun merdeka. Ia berharap Pertamina dapat memastikan ketersediaan BBM bersubsidi agar kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara dapat terpenuhi secara optimal. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan