MEDAN, SahataNews – Kabut asap menyelimuti seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut). Kondisi tersebut menyebabkan penurunan jarak pandang di sejumlah daerah, bahkan dilaporkan berkisar antara 1 hingga 4 kilometer.
Berdasarkan pantauan citra satelit Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, kabut asap terdeteksi di 33 kabupaten/kota di Sumut pada Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 WIB.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan penurunan jarak pandang tersebut terpantau berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit.
“Jarak pandang mengalami penurunan berkisar antara 1–4 km sebagaimana hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit,” ujar Hendro.
Ia menjelaskan, secara umum kualitas udara di Sumatera Utara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Meski kabut asap menyelimuti seluruh wilayah Sumut, hasil pantauan citra satelit menunjukkan tidak terdapat sebaran titik panas (hotspot) di provinsi tersebut pada 13 Oktober 2026.
Menyikapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara berkabut atau jarak pandang mengalami penurunan.
“Masyarakat di wilayah yang terdampak kabut atau asap diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kondisi udara berkabut atau jarak pandang menurun,” ucap Hendro.
Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut untuk mengurangi paparan asap.
Sementara itu, dampak kabut asap juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Medan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pemantauan kualitas udara terus dilakukan menyusul sebaran kabut asap lintas batas yang terbawa angin ke wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (AQMS) per Rabu (14/10/2026) pukul 07.00 WIB, kualitas udara di kawasan Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, masuk kategori Tidak Sehat dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 136.
Sementara itu, kualitas udara di kawasan Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Kecamatan Medan Johor, masih berada pada kategori Sedang dengan nilai ISPU 83.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, mengatakan pemantauan kualitas udara terus menjadi perhatian menyusul perubahan kondisi udara akibat sebaran kabut asap dari wilayah lain di Pulau Sumatera.
Perbedaan angka ISPU di kedua lokasi tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara di Kota Medan belum merata.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker juga disarankan bagi warga yang harus beraktivitas di tengah kabut asap.
Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kualitas udara di lingkungan masing-masing, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan yang lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara. (Rls)
Sumber : Fb Posmetro Medan
