MADINA, SahataNews – Camat Tambangan, Bahren Daulay, mengimbau seluruh pengendara yang melintasi ruas jalan nasional di Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), agar meningkatkan kewaspadaan karna masih adanya potensi longsor susulan di kawasan tersebut.

Imbauan itu disampaikan usai memimpin kegiatan gotong royong bersama pegawai Kantor Camat Tambangan, Babinsa Kecamatan Tambangan, Kepala Pos Polisi Tambangan, kepala desa beserta perangkat dari tujuh desa, dan masyarakat, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan gotong royong dilakukan untuk membersihkan material longsor berupa lumpur, bebatuan, serta sisa dua batang pohon yang menutupi sebagian badan jalan dan saluran drainase. Material tersebut merupakan dampak longsor akibat tingginya curah hujan yang terjadi pada Rabu (24/6/2026).

Akibat longsor, saluran drainase sempat tersumbat sehingga air meluap dan menggenangi badan jalan. Kondisi itu mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.

Bahren Daulay mengatakan, meskipun material longsor di tujuh titik telah dibersihkan, ancaman longsor belum sepenuhnya berakhir. Menurutnya, tebing di sepanjang ruas jalan nasional tersebut masih labil dan berpotensi kembali longsor apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah itu.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati ketika melintas, terutama saat hujan. Masih terdapat bebatuan berukuran besar maupun kecil serta beberapa pohon di tebing jalan yang berpotensi jatuh dan membahayakan keselamatan pengendara,” ujar Bahren.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan gotong royong, mulai dari unsur pemerintah kecamatan, TNI, kepolisian, pemerintah desa hingga masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam mempercepat penanganan dampak bencana.

Meski demikian, Bahren mengakui proses normalisasi drainase belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah timbunan lumpur dan bebatuan berukuran besar masih menutup sebagian saluran air sehingga membutuhkan bantuan alat berat untuk proses pembersihan.

“Untuk mengembalikan fungsi drainase secara optimal masih diperlukan alat berat. Kami berharap penanganan lanjutan dapat segera dilakukan agar risiko genangan air maupun longsor susulan dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Rizqi)