MEDAN, SahataNews – PT PLN (Persero) akan melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Utara selama satu pekan ke depan. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari proses pemulihan sistem kelistrikan pasca robohnya belasan tower transmisi akibat cuaca ekstrem yang melanda Sumut beberapa hari lalu.

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Darma Saputra, menjelaskan pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian guna menjaga keandalan sistem selama proses pembangunan Tower Emergency berlangsung.

“Pola pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian dan berpotensi terjadi 1-2 kali dalam sehari,” ujar Darma, Sabtu (6/6/2026).

Ia menambahkan, durasi pemadaman diperkirakan berlangsung selama 3 hingga 4 jam pada setiap periode pemadaman.

“Hal ini dilakukan dalam penyesuaian kondisi sistem kelistrikan,” katanya.

Wilayah yang berpotensi terdampak pemadaman bergilir meliputi Kota Medan, Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai (Sergai), dan Langkat. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan seiring pengerjaan pembangunan Tower Emergency pada jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV.

Sementara itu, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, menyampaikan bahwa berdasarkan perencanaan teknis, pembangunan Tower Emergency ditargetkan rampung pada 14 Juni 2026.

Menurutnya, target tersebut dapat tercapai apabila kondisi cuaca dan akses pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana.

“Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat segera pulih sepenuhnya,” jelas Yenti.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Saat ini manajemen beban masih dilakukan secara terukur di beberapa wilayah untuk menjaga keandalan sistem,” ucapnya.

Sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) pukul 20.03 WIB menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur transmisi kelistrikan di Sumatera Utara. Akibat kejadian tersebut, sejumlah tower transmisi dilaporkan roboh sehingga mengganggu pasokan listrik di beberapa daerah.

Untuk mempercepat pemulihan dan menjaga stabilitas sistem kelistrikan, PLN saat ini menerapkan manajemen beban secara terukur dan bergantian kepada sebagian pelanggan hingga proses perbaikan selesai.

 

Sumber : Fb Posmetro Medan