Madina – SahataNews | Semangat baru geliat ekonomi lokal kembali menyala di Desa Padang Laru (Pintu Air) Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebuah destinasi wisata keluarga bernuansa alam, Lopo Tepsun, resmi dibuka dan di-grand opening pada Selasa (10/02/2026).
Kehadiran Lopo Tepsun menjadi angin segar bagi pengembangan kewirausahaan dan UMKM lokal, sekaligus menambah deretan tujuan wisata favorit di wilayah Panyabungan Timur yang dikenal dengan keindahan alamnya.
Peresmian Lopo Tepsun turut dihadiri Bupati Madina H. Saipullah Nasution. Dalam sambutannya, Saipullah menegaskan bahwa keberadaan usaha wisata seperti Lopo Tepsun bukan hanya soal rekreasi, tetapi juga peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan diresmikannya Lopo Tepsun ini, tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan menjadi salah satu bentuk kegiatan yang membantu pemerintah,” ujar Saipullah.
Namun demikian, Bupati Madina juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata. Ia menekankan instruksi Presiden agar seluruh destinasi wisata memperhatikan kebersihan lingkungan, dimulai dari kesadaran masing-masing.
“Sampah yang mencemari sungai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengurangi keindahan wisata itu sendiri. Ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Sementara itu, pemilik Lopo Tepsun, Dodi Martua S.Pd.I, mengungkapkan bahwa usaha ini berangkat dari mimpi sederhana namun besar, yakni menghadirkan tempat wisata keluarga yang nyaman dan ramah untuk menghabiskan waktu libur.
“Alhamdulillah, kini kami sudah menyediakan tempat istirahat bagi keluarga yang berada tepat di tepi sungai. Harapannya, Lopo Tepsun bisa menjadi pilihan utama wisata keluarga,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Padang Laru, Landong, yang menyampaikan terima kasih atas dipilihnya desanya sebagai lokasi usaha wisata baru. Menurutnya, Desa Padang Laru memang dikenal sebagai salah satu titik wisata yang paling ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat hari libur.
“Desa Padang Laru merupakan tempat wisata yang selalu dikunjungi masyarakat. Kami berharap seluruh pelaku wisata ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” kata Landong.
Ia pun kembali mengingatkan masyarakat dan pengelola wisata agar tidak membuang sampah ke sungai demi menjaga kelestarian alam dan daya tarik wisata Desa Padang Laru.(Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan