Tebing Tinggi – SahataNews | Suasana duka mendalam di rumah keluarga korban kecelakaan maut mobil versus kereta api mendadak berubah ricuh. Di tengah tangisan dan doa, seorang perempuan justru kepergok mencuri uang duka keluarga almarhum.

Peristiwa tak terduga itu terjadi di rumah duka yang berlokasi di Gang Arjuna, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (21/1/2026) malam. Rumah tersebut menjadi tempat berkumpulnya pelayat korban kecelakaan tragis di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

Dilansir dari Tribun Medan, Awalnya, suasana berjalan normal sebagaimana rumah duka pada umumnya. Warga silih berganti datang melayat, menyalami keluarga korban, dan memasukkan uang duka ke dalam baskom yang telah disediakan.

Namun, kecurigaan warga mulai muncul saat seorang perempuan mengenakan hijab hitam dan gamis bermotif daun terlihat mondar-mandir sendirian di sekitar baskom uang duka. Gerak-geriknya tak seperti pelayat lain.

Benar saja, bukannya memasukkan uang, perempuan tersebut justru tertangkap tangan mengambil uang dari dalam baskom. Warga yang melihat langsung mengamankan pelaku dan membawanya keluar dari area rumah duka.

Usai diamankan, wanita yang identitasnya belum diketahui itu kemudian diserahkan kepada Kepala Desa setempat, Juliadi. Di hadapan warga dan kepala desa, pelaku langsung memohon ampun. Bahkan, ia sempat bersujud sambil mengatupkan tangan.

“Saya minta maaf, Pak,” ucapnya lirih, Kamis (22/1/2026).

Situasi sempat memanas karena warga semakin ramai mengerumuni lokasi. Untuk mencegah amukan massa, Kepala Desa Juliadi dengan sigap membawa pelaku ke rumah Kepala Dusun (Kadus) guna pengamanan.

Saat digiring berjalan kaki, perempuan tersebut mengaku berasal dari wilayah Medan Amplas. Ia berdalih hanya mengambil uang sebesar Rp30 ribu dan tidak memiliki kartu identitas.

“Cuma Rp 30 ribu, Pak. Saya gak punya kartu identitas,” katanya.

Meski demikian, pelaku tidak menjelaskan secara rinci apakah uang tersebut diambil dari satu baskom atau lebih.

Diketahui sebelumnya, kecelakaan maut ini melibatkan Kereta Api Sribilah Utama yang melaju dari arah Stasiun Rantauprapat dan menghantam sebuah minibus Toyota Avanza. Insiden tragis tersebut menewaskan satu keluarga berjumlah sembilan orang.

Peristiwa pencurian uang duka ini pun menambah pilu keluarga korban serta memancing keprihatinan warga yang hadir.(Rizqi)