Sinunukan, SahataNews – Pencarian terhadap Amiran (60), warga Dusun II Desa Airapa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang dilaporkan hanyut di Sungai Batang Bangko, masih terus berlangsung hingga Senin (18/5/2026) siang.
Dalam video unggahan akun Facebook Tangguh Muktar, terlihat kondisi Sungai Batang Bangko yang keruh bercampur lumpur menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian korban. Meski demikian, tim Basarnas Madina bersama warga setempat terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Pada video tersebut, Tangguh Muktar memperlihatkan lokasi pemandian tempat Amiran terakhir kali diduga beraktivitas sebelum hilang.
“Ini lokasi pemandiannya,” ucapnya dalam video.
Ia juga menyoroti kondisi air sungai yang dinilai semakin keruh selama bertahun-tahun terakhir. Menurutnya, kondisi itu diduga dipengaruhi aktivitas penambangan emas di bagian hulu Sungai Muara Batang Bangko, Kecamatan Ranto Baek.
“Permasalahannya air sangat keruh, airnya seperti lumpur, jadi sulit juga warga melakukan penyelaman. Air ini sekarang sudah sangat keruh, sudah bertahun-tahun, dampak dari perilaku penambang emas dari hulu Sungai Muara Batang Bangko di Kecamatan Ranto Baek,” ungkapnya.
Muktar menambahkan, lokasi tersebut memang menjadi tempat masyarakat setempat beraktivitas sehari-hari, mulai dari mandi hingga kebutuhan lainnya.
Meski kondisi sungai cukup sulit, masyarakat tetap antusias membantu proses pencarian dengan harapan korban segera ditemukan. Sejumlah warga terlihat turun langsung melakukan pencarian secara manual sejak malam kejadian.
Pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Tim Basarnas Madina tiba di lokasi sekitar pukul 12.03 WIB dan langsung bergabung bersama BPBD serta warga untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Dalam video itu juga terlihat personel Basarnas dan BPBD Madina terus berupaya keras mencari keberadaan Amiran di tengah deras dan keruhnya aliran Sungai Batang Bangko.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan