Madina – SahataNews | Upaya penertiban aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) semakin diperketat. Tidak hanya tim dari Mabes Polri, Tim Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) III Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) juga melakukan patroli intensif di kawasan hutan yang selama ini rawan dirusak oleh aktivitas PETI.

Patroli tersebut berhasil mengusir dua unit alat berat excavator serta memusnahkan peralatan PETI di Kecamatan Batangnatal. Aksi petugas itu terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi Balai TNBG, btn_batanggadis, dan terlihat pada Sabtu (15/11/2025).

Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa Tim SPTN III TNBG melakukan patroli pengamanan kawasan mulai dari Kecamatan Batangnatal hingga Muara Batang Gadis. Petugas menyusuri aliran Aek Sinainjon dari hulu hingga ke muara untuk memastikan laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas PETI di wilayah Sulang Aling.

Hasil patroli menemukan lokasi PETI di Muara Sinainjon, dan petugas langsung melakukan pemusnahan barang bukti di tempat. Tidak berhenti di situ, tim melanjutkan penyisiran ke kawasan hutan lindung Aek Nabara dan menemukan sebuah excavator yang diduga hendak menuju Muara Sinainjon. Petugas segera melakukan tindakan penghadangan dan pengusiran hingga alat berat itu keluar dari kawasan hutan melalui jalur Suka Makmur–Tabuyung. Tim juga memberikan peringatan tertulis kepada pelaku dan operator excavator.

Sementara itu, operasi lain juga dilakukan oleh anggota Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipiter) Mabes Polri yang menyisir lokasi PETI di Desa Tombang Kaluang, Kecamatan Batangnatal. Dua unit excavator turut diamankan dari lokasi yang diduga menjadi area operasi tambang ilegal tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, tim Tipiter Mabes Polri yang dipimpin AKBP Fajar telah berada di kawasan Tombang Kaluang sejak Kamis (13/11/2025). Dua excavator yang diamankan ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi, namun berada di area yang diduga menjadi lokasi PETI aktif. Kedua unit alat berat tersebut kini diberi garis polisi oleh tim Dittipiter.

“Tim dari Mabes Polri itu ada sekitar enam orang menaiki mobil Innova Reborn warna hitam. Mereka terlihat berkoordinasi dengan Polsek Batangnatal,” ujar seorang sumber di lokasi.

Sumber itu juga menduga para penambang telah mengetahui rencana operasi penertiban sehingga aktivitas mereka sudah berhenti sebelum tim tiba. Ia menyebut dua pria yang diduga bos tambang, berinisial S dan R, sedang dalam proses pemanggilan oleh Tim Tipidter Krimsus Mabes Polri.

Di sisi lain, Plh. Kasi Humas Polres Madina, Ipda Fahrul Simanjuntak, mengaku belum mendapat informasi resmi terkait turunnya tim Mabes Polri tersebut.

“Informasi yang disampaikan ini belum dapat kita pastikan apakah itu benar atau tidak, karena belum ada konfirmasi ke kita,” ujarnya.

Operasi ganda dari TNBG dan Mabes Polri ini menunjukkan bahwa aktivitas PETI di Batangnatal kini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Penegakan hukum dan pengamanan kawasan hutan terus digencarkan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah. (Rizqi)