Sukabumi – SahataNews | Kasus meninggalnya NS (13), siswa kelas 1 SMPIT Darul Ma’arif, kembali memantik perhatian publik. Meski penyidik Polres Sukabumi telah menetapkan TR (47), ibu tiri korban, sebagai tersangka, tim kuasa hukum mengungkap adanya fakta baru yang dinilai penting untuk didalami lebih lanjut.

Diberitakan Sukabumi Update.com. kuasa hukum TR, Moh Buchori dari Kantor Hukum Moh Buchori dan Rekan, menyebut pihaknya menemukan informasi baru terkait dugaan kekerasan sebelum korban dilarikan ke rumah sakit.

“Kami selaku tim kuasa hukum TR menemukan informasi baru terkait peristiwa tersebut, yakni dugaan adanya pemukulan yang dilakukan oleh ayah kandung korban terhadap almarhum sebelum diberangkatkan ke rumah sakit,” ujar Moh Buchori dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026),

Menurutnya, rumah tempat tinggal TR dan korban merupakan milik ayah TR. Di lokasi itu tinggal ayah TR, TR bersama suaminya yang juga ayah kandung korban, serta NS.

Berdasarkan informasi yang diklaim bersumber dari pihak yang kredibel, sebelum keberangkatan ke rumah sakit diduga terjadi pemukulan oleh ayah kandung korban. Namun, dalam peristiwa tersebut TR disebut berupaya melerai.

“Tindakan itu sempat dilerai atau dihalangi oleh TR. Karena itu, tudingan yang selama ini menyudutkan TR perlu dilihat secara objektif dan menyeluruh,” jelasnya.

Tak hanya itu, tim kuasa hukum juga menyebut adanya barang bukti yang dinilai memperkuat klaim tersebut. Disebutkan, jaket yang dikenakan korban dalam kondisi robek saat proses peleraian terjadi.

“Jaket yang dikenakan almarhum robek saat peristiwa itu. Ini menurut kami penting untuk didalami secara forensik maupun melalui keterangan para saksi,” tambah Moh Buchori.

Pihak kuasa hukum berharap aparat penegak hukum dapat mengusut perkara ini secara profesional, transparan, dan tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan.

“Kami meminta kepolisian mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana harus dijerat sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Hingga kini, proses penyidikan masih berjalan di Polres Sukabumi. Publik pun menantikan hasil penyelidikan lanjutan untuk memastikan fakta sebenarnya di balik meninggalnya NS terungkap secara terang dan adil.(Rls)