PANYABUNGAN, SahataNews – Ribuan cahaya obor menerangi jalan-jalan Kota Panyabungan dalam perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Lebih dari seribu masyarakat turut ambil bagian dalam pawai obor yang menjadi simbol semangat hijrah sekaligus komitmen bersama memerangi narkoba, perjudian, dan berbagai penyakit sosial di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Pawai yang diinisiasi Forum Ukhuwah Islamiah (FUI) tersebut dilepas langsung oleh Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution dari Masjid Hj. Zulyani Lubis, Aek Lapan, menuju Alun-alun Kota Panyabungan.
Mengusung tema “Tahun Baru, Semangat Baru: Madina Bebas Narkoba, Prostitusi, dan Judi”, kegiatan ini mendapat apresiasi dari Bupati Saipullah. Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman, religius, dan bebas dari berbagai penyakit masyarakat.
Saipullah mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Madina telah menyurati seluruh kecamatan agar turut menggelar kegiatan serupa dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid, tidak hanya dengan salat berjamaah dan pengajian, tetapi juga menjadikannya sebagai pusat diskusi dan pembinaan umat.
“Masjid harus menjadi pusat aktivitas umat. Selain ibadah, masjid juga dapat menjadi ruang untuk berdialog, memperkuat ukhuwah, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Terkait tema yang diangkat, Saipullah menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum terus berkoordinasi dalam upaya pemberantasan narkoba, perjudian, dan prostitusi. Namun, ia menilai keberhasilan langkah tersebut membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita harus bersatu untuk melawan narkoba dimulai dari rumah. Narkoba bukan musuh biasa, melainkan musuh luar biasa sehingga penanganannya harus luar biasa,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak ragu melaporkan anak yang terindikasi menjadi korban penyalahgunaan narkoba sehingga dapat segera memperoleh rehabilitasi dan penanganan yang tepat.
“Kami tidak mau anak-anak terjerumus pada narkoba, prostitusi, dan judi yang nantinya dapat merusak Madina ini. Untuk itu mari sama-sama kita jaga,” kata Saipullah.
Pada momentum tersebut, FUI turut menyampaikan pernyataan sikap yang berisi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama memerangi narkoba, perjudian, serta berbagai penyakit sosial lainnya.
FUI juga menyatakan penolakan terhadap segala bentuk kemaksiatan, termasuk peredaran narkoba, perjudian konvensional maupun online, pergaulan bebas, serta tempat hiburan malam yang berkedok karaoke keluarga dan sejenisnya.
Selain mendesak penindakan tegas terhadap pelaku dan bandar narkoba, FUI meminta pemerintah daerah serta pihak berwenang menutup tempat-tempat hiburan malam yang masih beroperasi di wilayah Madina, khususnya di kawasan lintas timur Panyabungan.
Melalui semangat hijrah Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, FUI mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai gerakan nyata untuk membangun Madina yang beriman, berakhlak mulia, aman, damai, dan sejahtera.
Pawai obor yang berlangsung meriah dan tertib itu menjadi gambaran kuat bahwa semangat kebersamaan masyarakat Madina tidak hanya untuk merayakan pergantian tahun Hijriah, tetapi juga untuk menjaga daerah dari ancaman narkoba dan berbagai penyakit sosial yang dapat merusak masa depan generasi muda. (Rizqi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan